Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

DPRD Desak Pemerintah Mulai Proyek Pasar Rawa Indah, Sebut Kondisi Bangunan Sementara Tak Laik

Published

on

Dibaca normal 1 menit

Pembangunan proyek lanjutan Pasar Rawa Indah stagnan selama enam bulan terakhir. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan di kalangan legislator. Anggota Komisi III Rusli bahkan menduga ada unsur kesengajaan sehubungan situasi tersebut.

Dikatakannya, alasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang berkenaan gangguan dari sejumlah oknum warga yang meminta pekerjaan dinilai kurang tepat. Meskipun pada akhirnya kontraktor tidak melakukan pengerjaan sejak ditetapkan pemenang proyek Februari silam.

Politisi Partai Hanura ini justru mengutarakan permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara tepat. Dengan cara mengundang oknum tersebut untuk mendengarkan keluhannya dan mencari solusinya. “Harusnya masalah itu bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik Dinas PUPR dengan pihak kontraktor,” kata Rusli.

Dia pun beranggapan macetnya pembangunan Pasar Rawa Indah sengaja dilakukan. Agar pengerjaan pasar molor atau tidak selesai tepat waktu. Ia juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam penyelesaian pembangunan ini.

“Kami harap ini bisa jadi fokus perhatian pemerintah, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Agar pengerjaan lanjutan di pasar rawa indah bisa kembali berjalan,” pintanya.

Meski memahami kondisi keuangan Pemkot Bontang yang defisit, menurut Rusli tidak ada halangan proyek berjalan. Dia pun mendesak pengerjaan segera dimulai.

“Karena ini sudah Agustus, waktunya sudah sangat minim. Cukup memberi waktu dua tahun kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah. Sudah ada putusan juga dari Mahkamah Agung (MA),” tutur Rusli.

Menurutnya pembangunan segera dilakukan karena konstruksi bangunan atap pasar sementara sudah tidak laik. Beberapa titik sudah berlubang, sehingga saat musim penghujan air langsung masuk ke lapak pedagang. Kondisi ini membuat sebagian pedagang memilih membuka lapak di tepi jalan.

“Kalau tidak segera dibangun, pasar sementara sudah tidak laik karena banyak atap yang bocor. Maka tidak menutup kemungkinan banyak yang memilih berjualan di depan (tepi jalan, Red.),” pungkasnya. (ak)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments