oleh

Mosi Tak Percaya, Anggota Pansus Tak Satu Suara Terkait Pembatalan Rapat Paripurna Tatib Pemilihan Wawali Samarinda

SAMARINDA – Ada yang lucu mengenai pengajuan mosi tidak percaya oleh anggota panitia khusus (Pansus) tata tertib (Tatib) pemilihan Wakil Wali Kota Samarinda. Pasalnya, pengajuan mosi tidak percaya yang disebut telah mengantongi tujuh nama itu, malah tidak diketahui oleh Ketua Pansus Tatib Wawali.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pansus Tatib Pemilihan Wali Wakil Kota (Wawali) Samarinda, Adhi Gustiawan malah terlihat terkejut. Pasalnya, sebagai ketua pansus ia belum mendengar perihal pengajuan mosi tidak percaya ini.

“Saya baru tahu ini ada mosi tidak percaya. Katakanlah kalau saya mengeluarkan mosi tidak percaya, namun kalau fraksi tidak mengizinkan. Karena sejauh ini belum ada arahan fraksi untuk menandatangi mosi tidak percaya itu,” kata dia, Rabu (8/8) lalu.

Lagipula, kata Adhi, perihal tatib pemilihan wawali ini sudah pasti. Artinya prosesnya masih berjalan. Dia juga mengakui bahwa pihaknya telah studi banding ke daerah-daerah yang memiliki masalah serupa. Jadi tidak ada alasan untuk diributkan.

“Kecuali wawalinya tidak jadi. Sudah diparipurnakan tapi dibatalkan. Ini kan belum paripurna. Lagipula belum belanja apa-apa juga terkait konsumsi,” ujarnya.

Terkait penundaan rapat paripurna penetapan tatib pemilihan wawali, politisi Partai Golkar ini mengatakan pihaknya masih harus menyesuaikan terkait usulan calon wawali yang masuk. Karena dikhawatirkan jika penetapan tatibnya telah dilakukan sekarang dan kelak ada usulan lain yang masuk akan membuat pansus bekerja dua kali.

“Masa tatib disahkan dua kali. Kita sesuaikan dahulu dengan usulan yang masuk. Seandainya pemkot mengusung tiga nama calon, walaupun menurut UU harus dua calon. Itu kan kembali lagi ke partai pengusung untuk mengambil keputusan. Jadi nanti partai pengusung yang memutuskan apakah biar adil ketiganya yang maju, atau bagaimana. Toh ending-nya satu saja yang terpilih,” terang Adhi.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share