Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Satpol PP Belum Temukan Popok untuk Mabuk 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim belum mengetahui informasi perihal maraknya popok bayi yang dijadikan campuran minuman oplosan, dikonsumsi oleh sejumlah remaja di Sangatta.

Kasi Operasional dan Penindakan Satpol PP Kutim, Syamsul Alam mengatakan, pihaknya mengaku belum mengetahui pasti informasi yang beredar. Pasalnya hingga saat ini tidak ada temuan dengan kasus tersebut.

“Saya malah baru tahu informasi ini. Ke depannya akan coba kami selidiki,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/8).

Dia menjelaskan perihal dasar hukum yang mengatur minuman oplosan belum terbentuk. Sehingga jika ditemui kasus itu, ia mengaku bingung atas tindakan yang harus dilakukan.

“Sama seperti yang pernah marak sebelumnya, alkohol dicampur obat batuk, itu tidak ada aturan. Paling mereka dibina, tidak lama pula. Mau menahan 2 X 24 jam, kami tidak punya wewenang,” jelasnya.

Berbeda halnya dengan narkoba, sudah jelas ada pasal yang mengatur. Sehingga mudah bagi pihaknya untuk menegaskan permasalahan. Melimpahkan pada kepolisian pun akan ditindak cepat.

“Kalau kami siap saja untuk lakukan razia. Kami coba untuk patroli rutin dan menelusuri, tapi akan lebih memerhatikan jika banyak popok berserakan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia merasa hal seperti ini semakin fatal jika dibiarkan berlarut-larut. Dia berencana akan melakukan sosialisasi ke seluruh sekolah, bertujuan agar mencegah kasus tersebut semakin melebar.

“Kami akan melakukan sosialisasi dan bimbingan, supaya sadar. Karena kalau dibiarkan, dampaknya luar biasa,” jelasnya.

Dengan informasi yang diterimanya, ia akan menperketat pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Seperti Polder, Jalan Guru Besar, hingga Jalan Kenyamukan.

“Biasanya paling banyak malam Minggu, para remaja melakukan aksinya. Saya harap peranan orang tua lebih ketat mengawasi anaknya,” harapnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca