oleh

Satreskrim Benarkan Pembongkaran Makam  Bukan Disebabkan Perusahaan, Keluarga Sendiri yang Meminta

SANGATTA- Kabar pembongkaran 10 makam tua di Pulau Senumpak, Desa Maloy, Kecamatan Sangkulirang dibenarkan oleh Satreskrim Polres Kutim. AKP Yuliansyah menyatakan, dari informasi kepala desa setempat, terdapat 10 makam yang dibongkar warga. Hanya saja, pembongkaran dilakukan oleh keluarga masing-masing. Bukan orang lain.

“Info dari kades memang betul ada pemindahan makam. Tapi itu atas permintaan keluarga. Semuanya ada 10 makam yang sudah dipindah,” ujar Kasatreskrim, Yuliansyah.

Disinggung apakah karena perusahaan yang masuk ke pulau tersebut, dirinya mengaku karena inisiatif keluarga masing-masing. Bukan karena perusahaan. Lagi-lagi, informasi ini didapatkan dari Kepala Desa Maloy. “Bukan karena ada perusahaan masuk,” katanya.

Pj Kepala Desa Maloy, Rizal mengaminkan kabar tersebut. Katanya, makam dipindah lantaran tanah sudah dijual kepada perusahaan. Berdasarkan itulah makam warga dipindahkan oleh keluarga masing-masing.

“Kalau jual tanah terpaksa dibongkar. Tanah dijual ke perusahaan. Jadi, siapa yang jual tanah ke perusahaan dipindah (kuburannya),” katanya.

Banyaknya makam di pulau tersebut lantaran sebelumnya adalah perkampungan warga. Banyak warga bermukim di sana.

“Tetapi yang kami tau bukan karena perusahaan. Tetapi warga sendiri yang mau pindahkan kuburan tersebut,” katanya.

Terkait hal ini, Kapolsek Sangkulirang, Syamsu Alam mengaku tak mengetahui hal itu. Padahal permasalahan ini sudah terjadi sejak beberapa pekan. “Saya tidak tahu. Saya masih di luar daerah,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa warga berbondong-bondong membongkar makam tua di Pulau Senumpak.

Dari informasi yang dihimpun Sangatta Post, sedikitnya 10 makam yang sudah dibongkar. Hingga saat ini masih berjalan. Kemungkinan, akan terus bertambah banyak. Dari informasi yang berkembang, pembongkaran dilakukan lantaran perusahaan masuk ke pulau tersebut. (dy)

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
loading...