Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Toko Modern Dilarang Bertambah Perwali Perlu Direvisi, Asosiasi Pedagang Sepakat Dijatah 3 Toko

Published

on

Dibaca normal 2 menit

“Setop sudah (pendirian bangunan, Red.) toko modern, jangan sampai bertambah lagi,” Ubayya Bengawan, Ketua Komisi II DPRD

BONTANG – Maraknya toko modern waralaba di Kota Taman dikhawatirkan oleh legislator. Menurut mereka situasi ini dapat mematikan pelaku usaha kecil yang digagas oleh warga lokal. Ketua Komisi II DPRD Ubayya Bengawan meminta agar menyetop pendirian toko modern.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) jumlah toko modern jenis waralaba ada dua unit. Masing-masing di kelurahan Tanjung Laut yakni Zahra Mart dan Hana Mart di Satimpo. “Setop sudah (pendirian bangunan, Red.) toko modern, jangan sampai bertambah lagi,” kata Ubayya saat menggelar rapat dengar pendapat beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu diperlukan revisi peraturan wali kota (Perwali) Nomor 52 Tahun 2014 tentang penataan dan penyelenggaraan izin usaha toko modern. Mengingat dalam regulasi tersebut toko modern jenis waralaba dibatasi sebanyak tujuh unit.

Komisi II meminta draft perwali tersebut untuk dipelajari. Dikarenakan regulasi itu dalam pembahasannya tidak melibatkan legislator, karena itu murni kewenangan pemerintah daerah. “Serahkan kepada kami draft perwalinya. Tetapi yang jelas ini nanti akan direvisi,” ucapnya.

Di sisi lain, politisi Partai Demokrat ini pun berharap pemerintah tegas sehubungan dengan perizinan. Jika terdapat toko modern yang beroperasi tanpa mengantongi izin langsung dilakukan penertiban. Ubayya pun berujar jangan sampai dilakukan pembiaran yang berlarut-larut.

“Sepanjang tidak berizin pemerintah harus tegas. Kalau tidak berizin sebaiknya ditertibkan dari awal,” ujarnya.

Sementara Kepala Diskop-UKMP Asdar Ibrahim mengatakan toko modern terbagi menjadi dua, biasa dan waralaba. Namun berdasarkan peraturan menteri perdagangan (Permendag) nomor 68 tahun 2012 setiap toko modern biasa yang jumlahnya mencapai 150 gerai, wajib mewaralabakan. Bentuknya dapat perorangan maupun perseroan.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments