Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Keberadaan THM Minta Dikaji Ulang MUI Sebut Jadi Tempat Maksiat dan Transaksi Barang Haram

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Menjamurnya tempat hiburan malam (THM) di Kota Tepian mendapat sorotan tajam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda. Apalagi, hampir semua THM yang beroperasi selama ini dinilai dijadikan tempat menjual minuman keras (miras), transaksi narkoba, hingga bisnis esek-esek.

Ketua MUI Samarinda, M Zaini Naim menilai, disadari atau tidak keberadaan THM memberi dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Terutama dari kalangan anak muda di Kota Tepian. Untuk itu, ia pun menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang keberadaan THM di Samarinda.

Bahkan ia menyarankan dengan banyaknya mudarat yang didapatkan dari bisnis dunia malam, maka sebaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah tegas dengan menutup semua THM. Pasalnya, keberadaan THM kerap dijadikan tempat transaksi bisnis esek-esek.

“Sebenarnya THM itu tidak dilarang asal tidak melanggar aturan negara dan agama. Terutama bagi perempuan dan laki-laki yang bukan mahramnya. Dan yang terpenting Samarinda harus bebas dari miras,” tegas Zaini, saat disambangi awak media di kediamannya Jalan Pelita 4, Jumat (10/8) kemarin.

Zaini menuturkan, sejak ia masih menjadi anggota DPRD ia kerap menekankan Samarinda harus bebas dari miras. Sebab dirinya memandang miras lebih banyak dampak negatifnya daripada positifnya.

“Terlebih mereka yang mengonsumsi barang haram itu bisa hilang akal sehat hingga hilangkan nyawa orang lain. Dan siapa saja sebagai umat beragama yang baik, tidak diperbolehkan meminum miras,” katanya.

Untuk itu, ia meminta agar Pemkot Samarinda dapat menindak tegas para pelaku yang menjual miras. Terutama para instansi atau lembaga yang menegakan peraturan daerah (perda), harus mengusut penjual miras hingga ke distributornya. Karena yang selama ini terjadi para penegak perda hanya merazia para penjual miras, namun tidak mengusut langsung ke distributornya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments