oleh

Perwali Izin Usaha Toko Modern Disebut Terbit Tanpa Konsultasi Asosiasi Pedagang Pertanyakan Kuota Pembatasan Toko Modern

“Seharusnya perwali terbit sebelumnya ada konsultasi publik terlebih dahulu. Ini tidak ada, dari mana dapat angka 7 unit yang boleh beroperasi?” Syamsuar, Ketua Asosiasi Pedagang Kota Bontang

BONTANG – Bertambahnya jaringan toko modern jenis waralaba di Bontang membuat asosiasi pedagang khawatir. Pasalnya, jumlah kuota yang diatur dalam peraturan wali kota (Perwali) Nomor 52 Tahun 2014 tentang penataan dan penyelenggaraan izin usaha toko modern sebanyak 7 unit, menurut mereka masih terlalu banyak.

Tak hanya itu, Ketua Asosiasi Pedagang Kota Bontang (APKB) Syamsuar mempertanyakan landasan penetapan jumlah kuota toko modern. Mengingat sebelum terbitnya perwali, tidak pernah mengundang asosiasi untuk mengkaji permasalahan ini.

“Seharusnya perwali terbit sebelumnya ada konsultasi publik terlebih dahulu. Ini tidak ada, dari mana dapat angka 7 unit yang boleh beroperasi?” tanya Syamsuar, Sabtu (11/8) kemarin.

Dikatakannya, setelah perwali itu keluar, barulah ada pertemuan dengan kemasan sosialisasi yang bertempat di Balai Pertemuan Kecamatan Bontang Utara. Diceritakannya, pada momen itulah APKB memprotes bahkan menolak kehadiran perwali tersebut.

Saat ini asosiasi minta untuk dilakukan revisi perwali. Serta dalam penyusunannya APKB dilibatkan supaya tidak ada polemik lagi di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Asdar Ibrahim tidak mengetahui secara persis kala itu. Pasalnya, ia baru menjabat Kepala Diskop-UKMP bulan lalu. “Saat itu saya belum disitu (Kepala Diskop-UKMP, Red.),” kata Asdar.

Namun sepengetahuannya, dalam penyusunan perwali selalu ada kajian yang menjadi landasan dari regulasi tersebut. Baik dari segi komposisi penduduk maupun daya beli masyarakat.

Terbitnya perwali ini bertujuan untuk melindungi pelaku usaha lokal dari ritel waralaba nasional. Mengingat berdasarkan Permendag Nomor 68 Tahun 2012 sepanjang 6 syarat toko modern waralaba dipenuhi, maka daerah wajib mengakomodir.

Bagikan berita ini!
  • 5
    Shares
loading...