oleh

Pedagang Hewan Kurban Mulai Menjamur  Didatangkan dari Berbagai Daerah, Paling Mahal Rp 40 Juta

BONTANG – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pedagang hewan kurban dadakan mulai menjamur. Mereka mulai memajang hewan dagangan mereka di tenda-tenda pinggir jalan atau kandang-kandang semi permanen yang rata-rata dibangun sejak awal Agustus lalu. Mereka berlomba-lomba mengais rezeki di momen Iduladha yang menganjurkan umat Islam untuk berkurban tersebut.

Keberadaan para pedagang musiman tersebut didominasi di kawasan Jalan Eks Pupuk Raya dan Jalan KS Tubun. Semakin mendekati hari H, keberadaan pedagang hewan kurban tersebut diprediksi akan semakin banyak.

Muda’i, salah satu pedagang sapi di kawasan Jalan KS Tubun mengaku tahun ini menyiapkan 70 ekor sapi. Sapi yang didatangkan beragam, mulai dari Nusa Tenggara Barat, Palu, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan dari lokal Kaltim tersebut dijual berkisar Rp 16 juta hingga 40 juta.

“Kami menyediakan empat jenis sapi. Untuk jenis Donggala berkisar Rp 16 juta sampai Rp 30 juta, jenis sapi Bali Rp 30 juta, sapi Semental Rp 34 juta, dan jenis sapi Limosin Rp 40 juta,” rincinya kepada Bontang Post, Sabtu (11/8) kemarin.

Terpisah, Burhan salah satu pedagang sapi lainnya mengaku di momen menjelang Iduladha ini, dirinya hanya mendatangkan 15 ekor sapi saja. Pedagang yang sudah lima tahun berjualan rutin saat momen hari raya kurban tersebut mengaku hingga Sabtu (11/8) kemarin dagangan sapi yang sudah laku baru 5 ekor. Adapun jenis sapi yang dia jual hanya jenis sapi Bali saja. “Harganya kisaran Rp 14 juta sampai Rp 20 juta,” jelasnya.

Burhan berujar, pembeli saat ini baru dari perorangan saja. Sedangkan pembeli dari instansi ataupun dari lembaga, diakuinya belum ada. Untuk itu dirinya berharap, agar sapi-sapinya bisa cepat laku. “Kami sebagai penjual tentu berharap dagangan bisa cepat laku,” tukas dia. (bbg)

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...