Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Modal Kepercayaan, Keuntungan Besar  Penjual Sapi Kurban Raup Puluhan Juta 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Menjelang Iduladha, para pedagang sapi kurban dari beragam pulau berbondong-bondong mengadu nasib di Kaltim. Dengan pengalaman bertahun-tahun, para pedagang bersaing mencari pembeli di Benua Etam. Pasalnya, lewat menjajakkan sapi menjelang Iduladha, pedagang dapat meraup keuntungan puluhan juta.

Elong (36), salah seorang pedagang hewan kurban di Samarinda Seberang, setiap tahun sengaja datang ke Kaltim untuk menjual sapi. Dia menantang kerasnya ombak dari Majene, Sulawasi Barat, demi menjual sapi di Kaltim.

“Saya sudah jualan sapi selama 20 tahun di sini. Sudah biasa, sebelum Iduladha, saya membawa puluhan sapi,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Sabtu (11/8) kemarin.

Bermodal Rp 60 juta, Elong memboyong 33 ekor sapi dengan beragam ukuran. Sejak 15 hari lalu, sudah terjual 14 ekor sapi. Dia mematok harga yang beragam. Bergantung besar atau kecil ukuran sapi.

“Sapi yang paling kecil saya jual Rp 12 juta. Selain itu ada Rp 13 juta, Rp 16 juta, dan sapi yang paling besar saya jual Rp 20 juta,” bebernya.

Lima hari sebelum Idul Kurban, para pembeli kian membeludak. Kata Elong, kadang sapi yang dibawa dari Sulewesi Barat itu tak cukup memenuhi kebutuhan pembeli. Terlebih menjelang jemaah haji pulang dari Makkah.

“Dari sekarang saja sudah banyak yang pesan duluan. Takut habis. Apalagi lima hari sebelum lebaran, banyak yang datang ke sini,” ungkapnya.

Menjelang lebaran pula, harga sapi diperkirakan meningkat. Bergantung perubahan harga beli di tempat asal sapi. Juga biaya lain-lain seperti transportasi dan pemeliharaan yang mempengaruhi harga sapi.

“Sebab lain ya kan semakin banyak yang beli sapi. Sedangkan stok semakin berkurang. Biasanya memang gitu. Kalau sapi sedikit, sedangkan pembeli banyak yang cari, harga akan naik,” sebutnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments