Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

“Temuan Asetnya dari Zaman Soeharto” Pemkot Sulit Inventarisasi, Anggap Aset Sudah Sangat Lama

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Beberapa saat lalu, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Wilayah Kaltim menyoroti beberapa aset Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang dinilai bermasalah. Pasalnya aset-aset tersebut tidak memiliki dokumen kepemilikan dan dimanfaatkan tidak sesuai ketentuan.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan, temuan tersebut sebenarnya telah ditindaklanjuti pihaknya. Untuk keterangan lebih lanjut, ia pun mengarahkan untuk langsung mengonfirmasi hal itu ke Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda.

“Sudah ditindaklanjuti. Langsung saja ke BPKAD,” kata Sugeng, Selasa (14/8) kemarin.

Terpisah, Kepala BPKAD Samarinda,Toni Suhartono mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti mengenai delapan temuan BPK Perwakilan Wilayah Kaltim tersebut. Sedangkan untuk permasalahan aset, ia mengatakan memang agak sulit ditangani. Pasalnya, aset temuan BPK itu merupakan aset yang berasal sejak tahun 1990-an.

“Aset-aset Pemkot Samarinda yang disoroti BPK ini seperti tanah. Memang ada aset pemkot yang memiliki fisik namun tidak bersertifikat atau aset pemkot yang sertifikatnya ada namun tidak diketahui dimana lokasi fisiknya karena sudah tumpang tindih dengan lahan milik warga. Rata-rata aset temuan ini berasal dari zaman Soeharto. Dan kepengurusan sertifikat tersebut memang agak sulit,” ujarnya.

Dikatakan sulit, tutur Toni, karena pemilik aset asli telah meninggal dunia. Sehingga pihak pemkot tidak dapat mengonfirmasi mengenai kepemilikan lahan tersebut. Sedangkan ahli waris biasanya menyebut bahwa lahan tersebut milik keluarganya dan tidak pernah dijual.

Hal ini tentunya mempersulit kepengurusan sertifikat lahan milik Pemkot Samarinda. Pasalnya, Toni mengatakan, selama lima tahun terakhir pihaknya telah mengajukan sebanyak 25 sertifikat kepemilikan aset namun hingga kini baru empat hingga lima sertifikat yang baru keluar.

“Kalau aset yang dibeli selama lima tahun terakhir, lebih mudah untuk diinventarisasi karena datanya masih ada. Kalau yang dulu-dulu agak sulit karena datanya sudah tidak ada,” kata dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments