Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

“Banteng” Bakal Adu Sikut di Ibu Kota Diprediksi Diwarnai Politik Transaksional

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kaltim mengusung 12 bakal calon legislatif (bacaleg) di daerah pemilihan (dapil) Samarinda. Sejumlah nama yang tidak lagi asing di telinga publik ikut dalam deretan daftar bacaleg yang akan memperebutkan kursi di DPRD Kaltim.

Ananda Emira Moeis, Iswandi, Yakob Manika, Zuhdi Yahya, dan Edy Kurniawan sebagian bacaleg dapil Samarinda yang sudah malang melintang di masyarakat dan dunia politik. Deretan berikutnya, terdapat nama Yustisia Dibrina, Supratono, dan Renny Kotambunan. Kemudian Yemmy Roos, Romadhoni Putra Pratama, Wahyu Hidayat, dan Violitha Yushtina.

Yakob Manica, salah satu bacaleg PDI Perjuangan dapil Samarinda, menyebut pertarungan perebutan kursi di gedung Karang Paci, justru akan lebih alot di tubuh partai. Belajar dari pengalaman di pemilu 2014, “saling sikut” menjelang pemilu hingga penghitungan suara kerap terjadi di internal partai.

“Bahkan ada yang menggunakan strategi jeruk makan jeruk. Istilahnya oknum tertentu menggambil suara caleg lain yang masih satu partai. Saya tidak tahu bagaimana caranya. Tetapi yang pasti itu pernah jadi pembahasan di partai,” ungkapnya, Selasa (14/8) kemarin.

Selain itu, penggunaan money politic atau politik uang untuk mengajak pemilih kadang dilakukan oleh caleg. Berangkat dari ketakutan kalah dalam pemilu, membuat sebagian caleg menggunakan jalan pintas politik uang untuk mendulang suara dari pemilih.

Alasan lain yang tidak kalah penting yakni terbatasnya jumlah kursi yang diperebutkan. Sementara persaingan tidak hanya datang dari internal partai, tetapi juga lintas partai politik yang juga memiliki kepentingan yang sama.

“Saya dengar ada yang bahkan berani main uang. Menyediakan miliaran untuk membayar pemilih. Inilah masalah politik di Indonesia,” sesalnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments