Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Cegah Penyakit Sapi, Vaksinasi Tiap Tahun Kutim Bebas Antraks dan Jembrana

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Hasil dari pemeriksaan kesehatan sapi di sejumlah penjual hewan kurban Sangatta, dipastikan aman dan belum didapati yang terindikasi penyakit.

Dinas Pertanian dan Peternakan mencatat bahwa, belum ada indikasi penyebaran penyakit dari virus sapi yang didapatinya di lapangan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kutim, Mardi Suaibman mengatakan, tujuan pengecekkan kesehatan hewan kurban guna mencegah penyebaran virus dan penyakit seperti antrak dan jembarana.

Dia membeberkan, ada beberapa gejala yang menandai sapi terserang virus jembrana dan antraks. Sehingga dengan itu, dirinya mengimbau pada pemilik hewan untuk rutin membersihkan kandang dan mengecek kondisi sapi.

“Sapi yang mengidap virus jembrana memiliki ciri-ciri berkeringat darah, mencret atau diare berdarah,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Kemudian ada ciri lain, yakni pembengkakan pada limfa. Sapi yang terkena virus ini juga mengalami demam tinggi dengan suhu berkisar 39-41,5 derajat celsius. Bahkan jika diusap, terdapat keringat kemerah-merahan yang harus diwaspadai.

Sementara antraks, bakteri yang biasa menyerang hewan mamalia ini ditandai dengan gejala umum dan ditunjukkan keluarnya darah berwarna merah kehitaman melalui mulut, hidung, telinga dan anus. Disertai kondisi limfa yang membengkak. Kotoran yang dihasilkan pun berbentuk cair dan bercampur darah.

“Kami lakukan pencegahan, agar tidak ada kasus penyebaran penyakit. Karena banyaknya sapi asal daerah lain yang masuk ke Kutim,” ungkapnya.

Mempertimbangkan hal ini, dia melakukan tindak pencegahan. Agar tidak menular ke manusia yang dapat menjadi pemicu mandul bahkan meninggal.

“Setiap tahun kami vaksinasi, dengan cara hewan itu dikarantina, untuk diawasi,” jelasnya.

Pasalnya, jika tindakan itu tidak dilakukan, maka bilamana ada satu sapi yang terkena virus, maka dengan cepat penularannya melalui lalat. “Hal ini disebabkan oleh lalat yang menempel di darah hewan yang terinfeksi penyakit jembrana, kemudian lalat itu berpindah dan menularkan ke yang lain,” tutupnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments