Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Mahasiswa Bontang “BISA!!!” Faizal Husni Sahid Raih Perak di ONMIPA-PT Tingkat Nasional 2018

Published

on

Dibaca normal 3 menit

BONTANG – Kembali putra daerah kelahiran Bontang membuat harum nama Kota Taman di tingkat nasional. Faizal Husni Sahid berhasil menyumbangkan medali perak pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi  (ONMIPA-PT) tingkat nasional tahun 2018. Even yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan tersebut, digelar tanggal 4 – 7 Mei 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Putra bungsu GM Umum PT Pupuk Kaltim, Nur Sahid dan ibu Endah Sri Wahyuni ini memang sudah memiliki segudang prestasi semenjak duduk di bangku SD, hingga kini kuliah semester 3 di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil jurusan Telekomunikasi.

Pria kelahiran Bontang, 27 November 1998 silam tersebut, saat SD telah memiliki prestasi berupa Juara 1 (Beregu) O2SN Catur Putra Tingkat Provinsi Kalimantan timur, Juara 2 Tahfiz Al-Quran se-SD-2 YPK Bontang, Juara 1 Tartil Al-Quran, Tingkat Kecamatan Bontang Barat di Masjid Baiturrahman, dan menjadi Finalis Sains KUARK se-Indonesia yang diselengarakan secara online.

Sementara saat SMP dia menjadi Juara Catur antar Pelajar SMP se-Tangerang Selatan, memperoleh medali emas OSN Bidang Fisika Tingkat SMP, menjadi The Best Teori OSN bidang Fisika Tingkat SMP, dan Juara 1 (Beregu)  Einstein Competition PIF Tingkat SMA di UNJ.

BUKTI NYATA: Sertifikat bernomor 1274 /B3.1/KM/2018 merupakan bukti nyata keberhasilan Faizal Husni Sahid menjadi juara 2 di ajang ONMIPA-PT tingkat nasional tahun 2018. (Nur Sahid For Bontang Post)

Faizal Husni tumbuh dan berkembang di kota Bontang, Jalan Bougenvil Nomer 11 PC 6 PKT, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat tepatnya. Kecintaanya akan fisika telah tumbuh semenjak dia SMP dan pada saat SMA. Sejak di bangku SD, Faizal Husni suka mengikuti berbagai even/lomba. Itupun atas inisiatifnya sendiri tanpa disuruh orang tuanya. Kegemarannya tersebut didukung penuh oleh kedua orang tuanya dengan memberikan fasilitas secara optimal. Faisal diajarkan orang tuanya, menang atau kalah itu tidak perlu dipikirkan, cukup berusaha semaksimal mungkin saat mengikuti kompetisi.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca