Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Puluhan Peserta Upacara Bendera Jatuh Pingsan  Jumlah Menurun dari Tahun Sebelumnya

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Sudah hal lumrah, ketika mengikuti upacara, sedikit demi sedikit peserta berguguran pingsan di tengah lapangan. Namun tahun ini jumlah tersebut mengalami penurunan di upacara kemerdekaan 17 Agustus di Kutim.

Cuaca terik dan rentang waktu menunggu cukup lama di lapangan sebelum upacara berlangsung, diduga menjadi penyebab para pelajar pingsan. Angka penurunan diduga terjadi karena peserta upacara dikhususkan untuk pelajar SMA ke atas saja. Tidak lagi melibatkan SD dan SMP.

Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, tampak satu-persatu peserta upacara digotong petugas kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI), ke posko kesehatan.

Saat diwawancarai, Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus WD,  penyebab terjadinya banyaknya peserta pingsan juga dikarenakan belumnya sarapan. Selain itu juga kondisi fisik yang minim istirahat sangat memengaruhi.

“Hasil data yang ada untuk yang pingsan berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, 2018 ini hanya 20 orang saja,” ujarnya saat ditemui di lapangan upacara di kawasan kantor bupati.

Petugas PMI dan kesehatanpun membagikan air mineral, kepada peserta yang pingsan untuk mengurangi dehidarasi pada peserta yang jatuh. Menurutnya, tidak hanya siswi saja, namun banyak juga pelajar lelaki, mahasiswa, bahkan pegawai yang ikut pingsan. Sehingga pihaknya menyediakan perelengkapan dengan memadai. Bahkan ada bantuan dari dinas kesehatan dan relawan.

“Mayoritas memang perempuan, tapi ada juga laki-laki digotong tadi. Mungkin mereka terburu-buru datang ke sini tanpa makan apapun, ya terlalu bersemangat, sampai mengabaikan kondisi badan,” pungkasnya.

Untuk menangani hal itu, dia berinisiatif menurunkan pasukan dengan kekuatan penuh dalam antisipasi dan melakukan pertolongan pertama. Jangan sampai pihaknya kekurangan tenaga medis.

“Kami turunkan 35 orang pasukan, untuk membantu peserta yang pingsan. Khawatirnya ada benturan saat terjatuh,” katanya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments