Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Jelang Iduladha Harga Ayam Kembali Melonjak  Dampak Tingginya Permintaan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Menjelang hari raya Iduladha, harga ayam di beberapa pasar tradisional di Kota Tepian kembali bergejolak. Pasalnya, walaupun beberapa pekan lalu sempat turun, kini harga ayam dengan ukuran standar mencapai Rp 50 ribu per ekornya. Sedangkan untuk ayam dengan ukuran agak besar berkisar di harga Rp 65 hingga Rp 70 ribu.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Segiri Jalan Pahlawan, Mandariah menyebut, kenaikan harga ayam ini bahkan telah terjadi sejak tiga hari yang lalu.

“Sudah tiga hari ini harga ayam naik. Kami kan biasanya ambil ke pengepul, yang biasanya per kilo dijual Rp 23 ribu rupiah, kini Rp 25 ribu rupiah. Makanya harga ayam yang biasanya Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per ekor, sekarang terpaksa kami jual dengan harga Rp 50 ribu  per ekornya,” tutur dia kepada Metro Samarinda, Jumat (17/8) kemarin.

Ia pun tak mengetahui secara pasti apa penyebab kenaikan harga ini, yang jelas jika mendekati hari raya nasional harga ayam pasti naik.

“Kenaikan harga ini entah karena kurangnya stok atau bagaimana saya juga kurang paham. Ini buktinya jatah saya tidak dikurangi. Yang jelas kalau mendekati hari raya pasti naik,” ujarnya.

Bahkan, wanita paruh baya ini mengaku, ada kabar jika harga ayam akan naik lagi mulai kemarin menjadi Rp 26 ribu rupiah per kilonya. Dan hal ini tentunya akan mempengaruhi harga jual ayam keesokan harinya.

“Kabarnya sih harga ayam mau naik lagi. Tapi saya masih belum tahu, soalnya notanya belum datang,” ucapnya.

Terpisah, salah satu penjual ayam di Pasar Pagi, Hasan, juga mengatakan hal yang serupa. Ia pun hanya bisa pasrah karena kenaikan harga ini membuat omset penjualannya semakin berkurang. “Pembeli kalau tahu harga ayam segitu, terus langsung pergi,” tutur dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments