Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Lapas Bontang Akan Dibangun Sumur  Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Kurangi Penyakit Kulit

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Lapas Kelas III Bontang akan dibangunkan sumur air bawah tanah oleh Pemkot Bontang. Hal tersebut dimaksudkan untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga binaan dan bisa mengurangi penyakit kulit yang banyak diderita warga binaan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan Pemkot Bontang terus mendukung upaya Lapas Bontang untuk membina para warga binaan dengan memanusiakan mereka.

Menurutnya, pembinaan para narapidana ini sangatlah penting dalam rangka membiasakan mereka membaur lagi ke masyarakat. “Untuk tahun ini, kami berencana untuk bangunan sumur deepwell, minimal untuk air mandi, air minumnya dari PDAM Tirta Taman,” jelas Neni usai menjadi irup di upacara pemberian remisi kepada para warga binaan di Lapas Bontang, Kamis (16/8) lalu.

Sumur deepwell ini, diharapkan Neni bisa membantu mengurangi penyebaran penyakit scabies atau penyakit kulit. Mengingat banyak warga binaan yang mengidap penyakit kulit karena terlalu padat dan kurangnya air untuk bersih-bersih diri. “Ini merupakan komitmen dari Pemkot Bontang sesuai apa yang diinginkan oleh Kalapas Bontang,” ujarnya.

Di 2017 lalu, Pemkot Bontang telah menghibahkan mobil bekas yang awalnya tidak berguna dan menjadi barang berguna. “Salah satu mobil pelat merah itu tadinya tidak ada bentuknya, dan sekarang sudah diperbaiki oleh para warga binaan. Tahun ini, di anggaran perubahan kami masukkan untuk pembangunan sumur bor itu,” kata Neni.

Sementara itu, Kalapas Bontang Heru Yuswanto mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota atas rencana tahun ini dengan adanya pembangunan sumur bor untuk air bersih di Lapas Bontang. Mengingat selama setahun ini, pihak Lapas Bontang hanya bisa membayar tunggakan PDAM sampai bulan Februari dan selebihnya masih berutang kepada Pemkot Bontang. “Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk membayarkannya di akhir tahun,” ujar Heru.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca