Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Dari Kostum Kreasi hingga Kostum Ala Papua Pawai Pembangunan, Siswa SMK 11 Palaran Curi Perhatian 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pawai Pembangunan digelar di Kota Tepian, Sabtu (18/8) kemarin. Ada-ada saja lakon para peserta pawai yang digunakan demi menarik perhatian masyarakat. Dari berpakaian adat hingga bertingkah lucu bin nyentrik.

Salah satu ide kreatif ini datang dari siswa-siswi SMK 11 Palaran. SMK yang unggul dengan jurusan tata busananya ini menyelipkan pakaian ala Papua di antara gemerlap parade kostum lainnya.

Pembina kelompok pawai pembangunan asal Palaran, M Adnar berkata, siswa siswi yang berkostum ala Papua ini sebenarnya bukanlah hal baru. Pasalnya kostum ini telah sering mereka gunakan untuk mengikuti pawai, namun hanya di tingkat kecamatan.

“Setiap tahun kami memang menyelipkan kostum ala Papua di pawai tingkat kecamatan. Di masyarakat ini sudah menjadi ciri khas SMK 11 Palaran,” tutur dia, saat disambangi media ini usai pawai pembangunan di depan Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Jalan Dahlia, Sabtu (18/8) kemarin.

Sedangkan untuk ide sendiri, Adnar berkata, kostum ini terinspirasi dari film Laskar Pelangi dan itu sudah cukup lama. Harapannya agar tampil beda dan menghibur seluruh masyarakat yang hadir untuk melihat pawai pembangunan.

“Karena yang kami lihat di Samarinda belum ada yang meggunakan kostum ini saat pawai. Tujuannya sendiri agar lebih menghibur saja, apalagi anak-anak bisa menari jika menggunakan konsep seperti ini,” beber dia.

Adnar menuturkan, segala kostum yang mereka tampilkan merupakan kreasi dari anak-anak didiknya. Karena pihaknya memang tidak memiliki dana yang terlalu besar, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk turut serta memeriahkan pawai pembangunan memperingati HUT ke-73 RI ini.

“Jadi kostum yang digunakan anak-anak memang mencirikan identitas jurusan mereka. Seperti kostum robot dari anak-anak jurusan teknik. Itu hanya menggunakan kardus dan kabel-kabel wireless bekas komputer. Begitupun dengan kostum ala Papua. Kami menggunakan arang asli dan cat dengan rumbai-rumbai yang terbuat dari tali. Dan semua ini merupakan kretivitas anak-anak,” kata dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments