oleh

DLH “Tekan” RSUD Lima Poin Terkait Dugaan Pencemaran Limbah Solar yang Tercecer

SANGATTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim menyatakan, investigasi dugaan pencemaran lingkungan di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Sangatta telah usai.

Dugaan pencemaran lingkungan tersebut  tak berlanjut. Salah, temuan cairan yang sempat membuat kebakaran pada Sabtu (11/8), yang dinyatakan solar tak diketahui sumber asalnya. Meski berada di lingkungan tersebut, namun diklaim tak ditemukan mengalir dari rumah sakit.

Meskipun begitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim menyodorkan lima poin  sebagai evaluasi, untuk rumah sakit yang dipimpin oleh Direktur dr Anik Istiandari itu.

Kabid Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan DLH Kutim, Andi Palesangi mengatakan, RSUD Kudungga harus lebih menjaga kelestarian dan fungsi lingkungan hidup.

Lima hal yang perlu dilakukan untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, yaitu melengkapi pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) beserta limbahnya dengan sistem tanggap darurat.

“Kedua, mereka harus melakukan proses pengajuan pemasangan jaringan listrik PLN untuk dialirkan ke RSUD. Itu supaya meminimalisir resiko pencemaran lingkungan,” ujar Andi.

Kemudian, RSUD harus lebih ketat melakukan pengawasan rutin terhadap pengelolaan lingkungan. Selanjutnya lebih rajin memangkas semak belukar (gulma) secara berkala. Yakni, untuk memudahkan pengutipan jika tertumpah ceceran cairan limbah dari rumah sakit di luar dugaan, semisal kelalaian yang tak tertangkap pengawasan.

Terakhir, tambah Andi, pihak rumah sakit mesti melakukan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat secara berkala.

“Itu perlu disosialisasikan kepada petugas yang bertanggung jawab mengelola lingkungan,” kata  Andi.

Direktur RSUD Kudungga Sangatta, dr Anik Istiandari menyatakan, pihaknya selama ini selalu mengelola limbah dengan benar. Semua dilakukan sesuai prosedur.

“Makanya kami sangat bersyukur ketika hasil investigasi DLH menyatakan cairan tercecer di belakang rumah sakit itu solar. Sebab, oli sudah kami kelola baik-baik, karena merupakan B3. Sementara solar dari rumah sakit, juga kami kelola, tak mungkin dibuang karena merupakan barang bernilai jual,” kata Anik.

Bagikan berita ini!
  • 4
    Shares
loading...