Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Kampus Dituntut Tingkatkan Kuliah Praktik 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

MEREBAKNYA pengangguran dari lulusan perguruan tinggi semata-mata tidak dapat sepenuhnya disebabkan minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia di Kaltim. Justru penyebab utamanya, cara perkuliahan yang disajikan di kampus belum dapat menjawab kebutuhan pasar kerja.

Pengamat pendidikan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Edi Rahmat menuturkan, perguruan tinggi perlu memperbaiki standar perkualiahan. Dia melihat, kampus masih mengandalkan pembelajaran yang berbasis teoritis.

“Banyak teori yang disampaikan oleh dosen. Tetapi praktiknya kurang. Padahal praktik itu bisa melibatkan tugas mandiri maupun tugas kelompok,” sebut Edi pada Metro Samarinda, Senin (20/8) kemarin.

Menurut dia, ketika ada dosen yang menerapkan studi berbasis praktik, mahasiswa belum berinisiatif bekerja secara mandiri. Mahasiswa lebih senang mengerjakan tugas secara kelompok.

Akibatnya, tidak muncul keterampilan khusus dari mahasiswa. Padahal setiap praktik yang dilaksanakan dapat memacu munculnya keahlian baru dalam diri mahasiswa.

“Karena effort mahasiswa untuk dirinya sendiri itu sangat terbatas. Yang terjadi, ada disparitas. Mahasiswa yang punya effort di perguruan tinggi mapan, itu akan melahirkan orang-orang yang berdaya saing tinggi,” ucapnya.

Inisiatif pribadi selama perkuliahan tersebut, lanjut dia, akan berimbas pada lulusan kampus. Sebab ketika lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa yang memiliki inisiatif inividual, tidak perlu mencari pekerjaan.

“Mereka bisa membuat lapangan kerja sendiri. Kita bisa melihat beberapa contoh dari UGM (Universitas Gadjah Mada, Red.). Mereka masih muda. Tetapi bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” sebutnya.

Begitu juga dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Benua Etam. Umumnya sekolah memiliki kelemahan dalam bidang praktikum. Sehingga keterampilan yang dimiliki sangat rendah dibandingkan lulusan SMK dari pulau Jawa.

“Memang ada perbedaan generasi saya dengan generasi sekarang. Generasi lulusan 80-an itu kemampuan pribadinya sangat tinggi. Karena ditempa dengan tugas-tugas yang sangat luar biasa,” bebernya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments