oleh

Diterjang Badai Pasir, Tenda Calhaj Bontang Hampir Roboh, Jemaah Sempat Panik 

BONTANG – Minggu (19/8) pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) lalu, kawasan Padang Arafah dilanda badai angin dan pasir. Akibatnya, beberapa fasilitas di Arafah banyak terdampak badai bahkan sejumlah tenda roboh.

Amir L, selaku Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 4 Balikpapan mengatakan, calon jemaah haji (Calhaj) Bontang yang sudah berada di Arafah menjelang magrib sempat panik diterpa angin yang begitu kencang. Bahkan, tenda yang ditempati jemaah haji ikut bergetar cukup lama.

“Ketika memasuki Arafah tadi malam (Minggu (19/8)), ada badai disertai hujan. Tenda yang ditempati jemaah sempat goyang dan hampir roboh,” ujarnya kepada Bontang Post, Senin (20/8) kemarin.

Namun kata dia, kini badai tersebut sudah berhenti. Jemaah pun hingga saat ini masih dalam keadaan aman. Jemaah Bontang kata dia, selamat dari insiden alam tersebut. Dipastikan tidak ada satu pun calhaj asal Bontang yang terluka.

“Alhamdulillah jemaah baik-baik saja,” kata dia.

Kini lanjut Amir, jemaah kloter 4 Balikpapan melangsungkan amalan rukun haji wukuf. Wukuf menjadi bagian yang paling penting dalam proses ibadah haji. Bahkan mereka yang sakit pun harus dibawa menggunakan ambulans untuk menjalani safari wukuf.

Rombongan diangkut menggunakan 6 bus jemputan yang dilakukan secara estafet.

Selama di Arafah, jemaah sebagian besar melaksanakan kegiatan mengaji, berzikir dan berselawat. Setelah itu sore dan malam harinya jemaah diangkut menggunakan bus ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (bermalam) di tanah lapang sekaligus mencari batu kerikil sebagai persiapan lempar jumrah di Mina.

Amir menyebut, sebelum dilaksanakannya serangkaian Armuzna ini, jemaah beberapa kali telah mengikuti pemantapan guna memaksimalkan pelaksanaan. Para petugas pun juga terus melakukan rapat koordinasi agar dalam melayani jemaah, bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Bagikan berita ini!
  • 8
    Shares