Kaltim

Dinkes Akan Lanjutkan Vaksinasi MR

SAMARINDA – Pro kontra mengenai haram dan halal vaksinasi Measles Rubella (MR) akhirnya terjawab. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya Nomor 3 Tahun 2018 menyebut penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institut of India (SII) hukumnya haram. Pasalnya dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.

Kendati demikian, MUI memperbolehkan masyarakat tetap menggunakan vaksin itu dan mengubah hukumnya menjadi mubah. Namun MUI memberikan catatan, vaksin tersebut boleh digunakan hanya jika dalam kondisi keterpaksaan atau belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Serta adanya keterangan ahli tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Rustam mengatakan, karena telah ada fatwa dari MUI maka pihaknya akan kembali melanjutkan program vaksinasi tersebut. Karena program tersebut juga berasal dari pemerintah pusat.

“Kan sudah ada fatwanya. Rekomendasinya juga sudah jelas. Memang dinyatakan haram karena mengandung unsur-unsur tersebut (babi, Red.). Namun kita diperbolehkan menggunakan vaksin yang ada, sembari menunggu vaksin yang halal dan suci,” tutur Rustam, disambangi media ini di kantornya di Jalan Milono, Selasa (21/8) kemarin.

Ia menyebut, nanti kalau sudah ada vaksin yang halal otomatis vaksin yang ada sekarang tidak diperbolehkan lagi. Kata dia, saat ini pemerintah sedang mengupayakan penyediaan vaksin halal dan suci.

“Jadi sama saja sebenarnya dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Karena belum ditemukan vaksin yang halal sehingga kita hanya menggunakan vaksin yang tersedia saat ini,” ujarnya.

Sehingga, ia mengimbau kepada semua pihak agar dapat turut serta mendukung program ini. Mengingat program ini dari pemerintah pusat dan sudah diperbolehkan oleh MUI. “Jika tidak divaksin dikhawatirkan akan timbul wabah dan hal-hal tidak diinginkan lainnya. Jadi tidak boleh suatu instansi melarang vaksin ini karena sudah ada fatwa dari MUI,” kata dia. (*/dev)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button