Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Kendaraan Berpelat Luar Disoal 

SAMARINDA – Sejumlah anggota DPRD Kaltim menilai, terdapat sejumlah kendaraan yang beroperasi di Benua Etam, namun berpelat luar daerah. Hal itu dinilai dapat merugikan Kaltim. Pasalnya, pemilik kendaraan menyetor pajak di daerah yang mengeluarkan pelat kendaraan tersebut.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Syafruddin mengatakan, sejatinya seluruh kendaraan yang beroperasi di Kaltim harus menyetor pajak di daerah di mana kendaraan tersebut dioperasikan.

“Karena kendaraan itu memberikan kontribusi bagi kerusakan jalan yang dibiayai dari uang rakyat. Sehingga mereka ini ibarat makannya di sini, buang airnya di luar Kaltim,” sebutnya, Selasa (28/8) kemarin.

Syafruddin menyarankan, seluruh kendaraan yang beroperasi di Kaltim segera melakukan mutasi pelat. Karenanya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan kepolisian diminta bersikap tegas dan memberikan sanksi pada pengendara yang masih menyetor pajak di luar daerah.

“Kemudian harus diatur dalam pasal di revisi Raperda tentang Pajak Daerah ini. Supaya ada sanksi bagi pemilik kendaraan berpelat di daerah lain,” imbuhnya.

Syafruddin menyebut, kendaraan yang masih berpelat luar daerah tercatat di sejumlah perusahaan batu bara, minyak, gas, dan perkebunan.

“Kendaraan yang baru terdata di Kaltim hanya 1.356.897 unit. Itu sudah termasuk roda dua, roda tiga, dan  alat berat. Itu juga yang berpelat di Kaltim. Sedangkan yang liar dan berpelat luar, tidak sedikit jumlahnya,” sebut dia.

Ketua Pansus Revisi Raperda Nomor 11/2011 tentang Pajak Daerah, Muspandi mengungkapkan, kendaraan yang beroperasi di Kaltim sejatinya didorong untuk menyetor pajak di Kaltim, agar dapat meningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Hampir semua daerah di Kaltim ini ada kendaraan yang berpelat di luar daerah. Baik itu di tambang, perkebunan, maupun kehutanan,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button