oleh

Pansus Banjir Bakal Sidak PT Indominco Mandiri 

BONTANG – Pansus Banjir dalam beberapa hari ke depan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan PT Indominco Mandiri. Pasalnya berdasarkan kajian dari Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau, sumber banjir berada di daerah hulu.

Ketua Pansus Banjir Bakhtiar Wakkang mengatakan ada kemungkinan adanya akibat penambangan yang tidak tepat. Sehingga air dengan cepat menuju ke Bontang. Tujuan dari sidak ini untuk memastikan apakah kajian yang sudah dilakukan sesuai dengan fakta di lapangan. “Untuk sidak, kami akan rahasiakan tanggalnya,” kata pria yang akrab disapa Tiar saat ditemui Bontang Post, Selasa (28/8) lalu.

Bila terbukti benar, maka pihak perusahaan harus bertanggung jawab. Salah satunya dengan menjadikan Kelurahan Gunung Telihan dan Kanaan sebagai area buffer zone-nya. Mengingat selama ini perusahaan tambang batu bara ini hanya mengakomodasi kelurahan Bontang Lestari saja.

“Kalau benar ya harus dijadikan buffer zone, jangan hanya Bontang Lestari saja. Karena efek banjir yang langsung terkena ialah warga Kanaan dan Gunung Telihan,” ucapnya.

Lanjut Tiar, Secara otomatis dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga harus didistribusikan ke dua tempat tersebut. Salah satunya berkaitan upaya penanganan banjir baik itu untuk program sedang maupun kecil. Seperti penurapan sungai atau pembuatan polder.

Sebelumnya Head HSEC Indominco Mandiri, Taryono dalam rapat koordinasi bulan lalu menepis perusahaannya sebagai sumber banjir. Sebab aliran air dari pertambangan Indominco minim ke daerah aliran sungai (DAS) Bontang.

Sebagai informasi, bulan lalu Pansus Banjir melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov Kaltim, anggota DPRD Kaltim, dan Pemkot Bontang. Diketahui dalam rapat tersebut bahwa banjir berasal dari luar daerah Bontang. Sehingga diperlukan upaya penanganan secara kompleks bukan parsial.

Bagikan berita ini!
  • 7
    Shares