Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

“Kaltim Itu Enak”, Dirjen Dukcapil Nilai Pelayanan KTP-el di Kaltim Tak Terlalu Rumit  Masalah Tinta dan Alat Perekaman Jadi Tanggung Jawab Daerah 

Published

on

Dibaca normal 4 menit

 “Saya pastikan, Kaltim ini nggak rumit. Jauh lebih banyak daerah yang lebih rumit lagi. Kaltim itu enak, penduduknya sedikit, APBD-nya banyak. Luas wilayahnya bisa dijangkau”. Zudan Arif Fakrullah (Ditjen Dukcapil)

SAMARINDA – Kemandirian pemerintah daerah benar-benar dibutuhkan dalam mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan pada saat ini. Terutama dalam pelayanan perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

Seperti halnya biaya pembelian tinta, perawatan hingga pengadaan alat perekaman KTP-el telah menjadi tanggung jawab seutuhnya pemerintah kabupaten/kota. Tak terkecuali di Kaltim.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktur Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sendiri hanya menanggung satu kali pengadaan mesin cetak KTP-el untuk setiap kabupaten/kota. Hal itu merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2012 tentang Penerapan KTP Berbasis NIK secara Nasional.

Saat ini, di hampir semua kabupaten/kota di Kaltim diketahui sedang mengalami kekosongan tinta. Salah satunya di Samarinda. Akibat kekosongan tinta itu, setidaknya ada sekitar 38 ribu warga yang telah melakukan perekaman, namun belum dapat mengantongi KTP-el. Jumlah tersebut bahkan diperkirakan masih akan terus bertambah, seiring banyaknya warga yang melakukan perekaman.

Sebagai gantinya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda menerbitkan surat keterangan (Suket). Di Kutai Timur (Kutim), dari data dihimpun media ini, terdapat 13.939 orang yang telah melakukan perekaman dan juga belum memiliki KTP-el. Data itu terdiri dari sisa blangko 5.753, penambahan NIK 30, SFE 500, sisa PRR 1.530, cetak Suket 106, dan perekaman 37. Permasalahannya pun sama karena kehabisan tinta.

Menyikapi itu, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah mengaku, pihaknya siap memberikan pinjaman tinta kepada setiap Disdukcapil di daerah. Terutama kepada Disdukcapil Samarinda yang kini memiliki tunggakan pencetakan KTP-el hingga 38 ribu.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments