oleh

Dari Seminar Seks Berbuntut Suaka

Oleh: Dahlan Iskan

Para peserta seminar itu kini diadili. Di kota ‘’Sex of the City’’: Pattaya. Kota wisata di Thailand  yang berpantai pasir itu.

Materi seminarnya sensitif:  seni bersenggama. Ada trainingnya: bagaimana memikat wanita. Salah satu materinya: kiat mendapatkan nomor kontak seorang wanita.

Semua itu dianggap penting di Pattaya. Lebih penting dari tagar Ganti_Presiden atau tagar Dua_Periode.  Apalagi pihak keamanan menemukan materi provokasi. Agar peserta segera berbuat. Tidak hanya diskusi. Atau debat.

Ada foto-fotonya. Ada buktinya: perbuatan itu ada.  Training itu ternyata tidak hanya teori. Tapi ada perbuatan sungguhannya. Di ruang seminar.

Itulah sebabnya mereka ditangkap. Diadili. Sidang-sidangnya kini masih berlangsung.

Peristiwanya sendiri terjadi Februari lalu. Jalannya sidang molor. Terjadi komplikasi tingkat tinggi.

Salah seorang terdakwa tiba-tiba minta suaka politik ke kedutaan besar Amerika yang ada di Bangkok. Minta dikirim ke Amerika untuk menjaga keselamatannya.

Nama wanita itu: Nastya Rybka. Itu nama komersialnya. Nama aslinya: Anastasia Vashukevich. Asal Belarus. Yang dulu satu negara dengan Russia.

Nastya mengaku terancam jiwanya. Gara-gara mengungkap rahasia kelas dunia: dia punya rekaman pembicaraan rahasia. Tentang terjadinya intervensi Russia. Dalam pemilihan presiden Amerika. Yang Trump jadi presidennya. Tahun 2016.

Pembicaraan itu, kata siapa itu tadi, terjadi antara dua orang pelanggannya: Oleg dan Paul. Oleg orang Russia. Paul orang Amerika. Keduanya bukan sembarang orang.

Nama belakang Oleg adalah:  Vladimirovich. Nah, jelas penting kan?

Anda pasti kenal nama itu. Ia pengusaha besar di Moskow. Konglomerat. Bisnis utamanya alumunium. Dan investasi keuangan. Umurnya: 50 tahun.  Orang dekat Kremlin, istana presiden. Teman Vladimir Putin. Presiden Russia. Nastya rupanya punya pelanggan tingkat tinggi.

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
loading...