Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Kemenag Tak Anjurkan Pernikahan Siri Nikah di KUA Pastikan Tak Ada Pungutan Biaya

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Kementerian Agama (Kemenag) Kutim terus menyorot pertumbuhan perilaku nikah siri alias tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Pihaknya mengatakan pernikahan itu dianggap lebih baik untuk tidak dilakukan.

Kepala Kemenag Kutim, Ambotang meminta pasangan nikah siri segera mengikuti isbat nikah. Sehingga hak-hak sipil pasangan dan anak-anaknya diakui pemerintah.

“Aturan nikah jelas kami arahkan langsung ke KUA. Tidak usah nikah siri segala, nikah gratis kok,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (30/8).

Menurutnya ada beberapa yang menjadi faktor nikah siri tidak baik. Seperti pernikahan yang tidak dilindungi negara, karena tak miliki bukti buku nikah. Banyak pula dampak yang dapat ditimbulkan dengan pernikahan tersembunyi tersebut.

“Kasihan anak, susah mau diuruskan berkas apapun. Nikah siri itu sakit, istri tidak punya hak menuntut jika ditinggal, paling cepat ada apa-apanya,” tandasnya.

Menurutnya, pernikahan seperti ini hanya dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki maksud tersendiri. Bisa jadi ada sesuatu diantara pelakunya. Ia menerangkan untuk apa menikah seperti itu dilakukan, jika fasilitas yang disediakan kantor KUA di masing-masing kecamatan tidak dipungut biaya sedikitpun.

“Ngurus berkas di kantor desa juga biasanya gratis, nikah di KUA juga gratis kalau jam kerja. Nikah itu murah dan mudah,” pungkasnya.

Menurutnya, pernikahan sangat dianggap sah yakni ketika ayah atau walinya yang menikahkan langsung. Namun, nampaknya di Kutim masih banyak informasi yang diterimanya kerap melakukan pernikahan tersebut.

“Tidak hanya di pedalaman saja, bahkan di Sangatta sendiri masih sering saya dapati infonya,” katanya.

Ambotang mengimbau pada seluruh masyarakat, untuk memulai pernikahan melalui jalur yang pasti disetujui negara. “Mohon pada warga Kutim untuk tidak menikah siri, karena kami sudah memudahkan proses pernikahan yang diakui,” tandasnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca