Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Kuota Haji Kutim Penuh hingga 2043  Sebanyak 178 Calhaj Siap Berangkat 2019 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Keberangkatan calon jemaah haji asal Kutim selalu memiliki jatah pasti setiap tahunnya. Namun sampai 24 tahun mendatang, baru bisa berangkat. Pasalnya, kuota sudah terpenuhi hingga 2043 mendatang.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kutim, Abdul Latif mengatakan, kuota sementara 2019, Kutim berencana memberangkatkan 178 orang, dan pendamping dua orang. Sehingga berjumlah 180 orang.

“Yang berangkat kami ambil rata-rata setiap tahun, kurang lebih saja. Ya berkisar 180 sudah termasuk pendampingnya,” ujarnya saat dikonfimasi, Jumat (31/8).

Sementara itu, animo masyarakat Indonesia, terlebih Kutim dalam menunaikan ibadah haji terbilang sangat tinggi. Hal itu dapat dibuktikan dari 178 orang asal Kutim, sudah dipastikan berangkat setiap tahunnya. Bahkan untuk 2019 saja sudah dapat dipetakan warga yang akan berangkat.

“Banyak sekali, ini kan nanti diatur, bagi kuota lagi sama daerah lain. Jadi memang harus sabar dan mengantre lama,” pungkasnya.

Saat ini saja calhaj dapat dihitung totalnya. Jika calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai 24 tahun, dapat dikali dengan rata-rata keberangkatan. Selain itu, biaya haji reguler yang diurus oleh kemenag menghabiskan sebanyak Rp 35 juta perorang, mengharuskan masyarakat sambil menabung.

“Hitung saja, 178 orang dikali 24 tahun, ada sekira 4320 orang yang sudah terdaftar dan mengantre,” jelasnya.

Mendaftar sembari menabung banyak dilakukan warga Kutim. Mencicil biaya penyelenggaraan ibadah haji guna persiapan keberangkatan menuju tanah suci terus dilaksanakan oleh para calhaj.

“Menunggu sambil menabung lah. Agar dalam pelaksanaannya bisa mudah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Latif mengatakan kuota haji tahun depan sama dengan kuota 2018 ini. Maka dari itu, ia berharap masyarakat agar tetap sabar menunggu untuk menjalankan ibadah tersebut. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments