oleh

Anak Pilek, Jangan Divaksin

Bagi para orang tua yang khawatir akan resiko lanjutan setelah divaksin, maka perlu mengisi riwayat kesehatan anak dengan sejujur-jujurnya. Pun, ketika anak sedang menurun sistem imunnya juga seperti batuk pilek, maka sampaikan ke petugas imunisasi agar vaksinnya ditunda. Karena riwayat kesehatan sangatlah penting untuk menghindari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang Bahauddin mengatakan, untuk program imunisasi measless dan rubella (MR) yang berjalan sejak 1 Agustus 2018 ini belum ada kasus KIPI. tetapi masyarakat tak perlu khawatir, karena para siswa di sekolah yang akan divaksin sudah menyertakan catatan riwayat medis yang diisi oleh orang tua murid. “Kalau tidak mengidap suatu penyakit berat, maka vaksin tidak akan menyebabkan komplikasi. Yang dikhawatirkan justru jika tidak divaksin, terinfeksi virus, terkena ibu hamil maka bisa melahirkan bayi cacat dengan berbagai komplikasi hingga kebocoran jantung,” bebernya.

Namun kata dia, jika kondisi anak sedang kurang sehat maka sebaiknya vaksinnya ditunda dulu. “Kalau lagi batuk pilek, tunggu sampai sehat. Jika di sekolahnya terlewat maka bisa ke puskesmas di wilayah sekitar sekolah,” terang dia.

Untuk meyakinkan masyarakat, Bahauddin mengaku telah melakukan berbagai penyuluhan, baik di Posyandu maupun di sekolahan. Sasarannya kepada personal juga kelompok tentang pentingnya vaksinasi. Meskipun anak tersebut sudah menderita campak, tetapi tidak akan menimbulkan komplikasi seperti ke radang otak atau meningitis. “Setelah adanya fatwa MUI, menjadi jelas bahwa vaksin MR itu diperbolehkan, masyarakat tak perlu takut,” kata dia

Ditambahkan perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Bontang Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, pihak tenaga kesehatan juga sudah dilatih. Selain itu, para siswa di sekolah juga sudah mendapat catatan terkait riwayat medis. Apakah itu dalam pengobatan tertentu atau sakit tertentu, maka bisa ditunda vaksinnya. “Tetapi jika sedang dalam pengobatan kemoterapi maka tidak boleh diberikan sekarang vaksinnya, mengingat sistem imunnya turun naik,” kata dia.

Bagikan berita ini!
  • 10
    Shares