Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Kesadaran Membaca Anak Masih Kurang  Perpustakaan Perlu Dilengkapi Literasi Menarik dan Mendidik 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Meskipun telah berada di abad 21, nyatanya kesadaran anak dalam membaca semakin tergerus oleh zaman. Selain dikarenakan semakin majunya teknologi, banyaknya literasi yang menjenuhkan membuat masyarakat khususnya anak-anak semakin malas untuk mebaca.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hertifah Sjaifudian mengatakan, budaya literasi di Kaltim terbilang lumayan bila dibandingkan daerah-daerah lainnya. Meski begitu, ia memandang, lemahnya budaya membaca dikarenakan anak-anak kekurangan role model.

Menurutnya, role model biasanya berasal dari orang dekat atau yang biasa mengayomi seperti guru dan orang tua. Padahal, di masa-masa pertumbuhan seperti anak Sekolah Dasar (SD) hal tersebut sangatlah penting.

“Kalau guru atau orang tua tidak terlalu suka membaca, otomatis itu juga akan mempengaruhi anak-anak. Kemudian, terbatasnya bahan bacaan yang menyenangkan. Karena tak jarang bahan bacaan itu memang ada namun tidak update. Isinya juga tidak sesuai dengan minat,” kata dia.

Yang menjadi permasalahan lainnya, kata dia, Kaltim memang memiliki hambatan di letak geografis. Sementara, buku itu bentuk fisiknya berat kalau dibandingkan e-book.

Ia pun menyontohkan, misal, kalau di luar negeri, banyak terbit buku-buku bergambar interaktif digital yang dapat menggerakkan minat anak-anak. Sedangkan di Kaltim, memang kekurangan bahan bacaan interaktif yang menarik terutama anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan seperti anak SMP.

Bahkan, ia menuturkan, walaupun literatur bacaan tersedia, terkadang tidak sesuai dengan usia anak. Makanya, perlu ada tahapan untuk menyediakan buku sesuai dengan usia anak-anak.

“Kalau untuk yang dewasa ada, yang untuk anak-anak PAUD (pendidikan anak usia dini) juga ada. Namun, yang untuk remaja yang malah  tidak ada. Padahal, mereka dalam masa transisi dan penting sekali untuk mendapat bahan bacaan berkualitas,” ujarnya.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca