oleh

Untuk Selesaikan Proyek Jargas, Pemkot Tunjuk Kontraktor Baru   Desember Ditarget Rampung

“Kontraktor yang akan melanjutkan pengerjaan jargas tahun 2018 adalah anak perusahaan dari Pertamina yakni PT PBAS”. Maria Wati (Kabag Ekonomi Setkot Samarinda)

SAMARINDA – Penantian warga Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda akhirnya terbayar. Sempat mangkrak selama berbulan-bulan, kini kelanjutan proyek jaringan gas (jargas) akhirnya mendapat angin segar. Ya, proyek yang ditarget rampung akhir tahun lalu tersebut telah mendapat kontraktor baru.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkeyakinan besar, dengan telah ditunjuknya PT Patra Badak Arum Solusi (PBAS), proyek tersebut akan dapat dirampungkan pembangunannya pada akhir Desember tahun ini.

Kepastian itu disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Maria Wati. Kepada media ini, Maria mengakui, pemerintah pusat telah menunjuk kontraktor baru yang akan menindaklanjuti proyek jargas di Kota Tepian.

Menurut dia, hal ini terjadi karena adanya pemutusan kontrak terhadap kontraktor yang mengerjakan jargas tersebut sebelumnya. “Kontraktor yang akan melanjutkan pengerjaan jargas tahun 2018 adalah anak perusahaan dari Pertamina yakni PT PBAS,” kata dia, saat disambangi di ruang kerjanya di Balai Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Jumat (31/8) kemarin.

Kendati telah memiliki kontraktor baru, kata dia, tidak ada penambahan kuota untuk pemasangan jargas. Tetap melanjutkan sambungan yang telah disepakati sebelumnya yakni sebanyak 4.500 sambungan.

Selain itu, tambah dia, tim kontraktor yang baru bahkan telah memulai survei dan verifikasi ulang pada tanggal 8 Agustus lalu. “Sudah dari awal Agustus kontraktor yang baru melakukan tinjauan ke Sambutan. Nanti mereka lihat dulu bagaimana keadaan jargas di sana, sambungan pipa dan lain-lain. Baru akan ditindaklanjuti,” tutur dia.

Sebelumnya, poyek jargas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) itu sempat mangkrak, karena kontraktor yang bertanggungjawab atas proyek itu tidak dapat memenuhi target. Atas alasan itu, pemerintah pusat pun melakukan pemutusan kontrak dan berjanji melanjutkan proyek tersebut seusai lebaran Idulfitri dengan kontraktor baru.

Bagikan berita ini!
  • 7
    Shares