Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Virus Rubella Dapat Mematikan Rawan Menyerang Janin Dalam Kandungan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Virus rubella telah menyebar sejak beberapa tahun terakhir di Kaltim. Sehingga penyakit menular tersebut dianggap sebagai virus mematikan. Sejumlah komunitas yang bersentuhan dengan penyakit yang disebabkan virus itu melaporkan, wabah rubella dapat mengancam jiwa pengidapnya.

Pengurus Komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS) Borneo, Nurul Widayani mengungkapkan, belum lama ini pihaknya menemukan seorang anak meninggal dunia karena terpapar virus rubella.

“Ada teman saya kemarin lagi hamil, anaknya meninggal. Dia kena virus rubella. Dia sudah hamil sembilan bulan. Anaknya meninggal dalam kandungan,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Ahad (2/9) kemarin.

Nurul menjelaskan, virus tersebut banyak ditemukan pada ibu hamil. Apabila virus telah menyerang para ibu hamil, maka salah satu pilihannya yakni menggugurkan kandungan. (info selengkapnya lifat grafis).

“Kalau sudah tes, kemudian dinyatakan positif mengidap virus rubella, maka dokter akan memberikan dua pilihan. Janin itu mau tetap dilanjutkan atau digugurkan. Karena resikonya sangat besar. Kalau sudah kena di kandungan, enggak bisa diobati lagi,” jelasnya.

Pilihan menggugurkan yang ditawarkan para dokter, tambah dia, umumnya terdapat pada ibu yang memiliki janin yang tidak dapat berkembang. Apabila janin dapat berkembang, setelah ibu melahirkan, dipastikan anak tersebut mengidap beragam penyakit bawaan.

“Biasanya ada bayi yang lahir dalam keadaan otaknya kecil, katarak, tuli, jantung bocor, dan resiko lainnya bisa terjadi,” katanya.

Bayi yang lahir dalam keadaan terpapar virus rubella, pada umumnya tidak hanya mengidap satu penyakit bawaan. Dia mencontohkan, anaknya yang bernama Nurul Al Fajrin Arkan Gani (5), kini mengidap beragam penyakit.

Sejak berumur umur 40 hari, anaknya telah dioperasi katarak. Kemudian, dokter menyarankan, agar dilakukan beragam terapi. “Anak-anak yang terkena virus rubella itu harus diterapi. Kalau enggak, badannya lemah. Enggak bisa bergerak. Selama ini anak saya tetap diterapi,” tuturnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments