Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Syafruddin Pasang Badan di Dapil Balikpapan Akui Masuk Zona Neraka, Optimistis PKB Dapat Satu Kursi

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Perebutan kursi wakil rakyat Kaltim di daerah pemilihan (dapil) dua Balikpapan dipastikan berjalan alot. Dapil yang dianggap memiliki tingkat persaingan tinggi tersebut diisi oleh para calon yang memiliki basis massa yang telah dibangun sejak lama. Sehingga, Balikpapan disebut sebagai salah satu dapil “neraka” di pemilu 2019.

Eddy Sunardi Darmawan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan, salah satu calon anggota legislatif di dapil Balikpapan, tentu saja tidak lagi asing di mata masyarakat Kota Minyak.

Sebab pada 2014, Eddy mencalonkan diri di dapil tersebut. Karenanya, kini anggota DPRD Kaltim itu sudah membangun jejaring dan dukungan di masyarakat. Sehingga tidak begitu sulit mengenalnya di tengah pemilih di Balikpapan.

Lalu, Syafruddin yang sebelumnya pernah mencalonkan diri di dapil enam Kutai Timur, Bontang, dan Berau, kini memilih untuk bersaing di dapil dua.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim itu membenarkan, bahwa Balikpapan merupakan dapil yang akan menjadi ladang persaingan berat bagi calon legislatif. “Tetapi saya harus siap dengan segala resiko dan konsekuensi, juga segala macam tantangannya,” sebutnya, Ahad (2/9) kemarin.

Kata dia, kepindahan dirinya di dapil Balikpapan bukan sepenuhnya kemauan pribadi. Melainkan amanah pimpinan partai. “Sehingga saya harus siap kapan saja ditugaskan partai. Seorang kader partai, harus bersedia ditempatkan di daerah dan dapil manapun. Sebagai petugas partai, harus selalu siap bersaing,” tegasnya.

Sejatinya, sebagai wakil rakyat yang pernah terpilih di dapil enam, Syafruddin merasa lebih mudah bersaing di dapil enam. Sebab, di dapil tersebut dirinya telah dikenal masyarakat.

“Bahkan saya sudah membangun banyak jejaring di sana. Sudah dikenal baik oleh konstituen saya. Kalau ingin lebih mudah mendapatkan kursi, saya lebih memilih di sana. Tetapi ini kan perintah partai. Jadi saya harus ikuti,” tuturnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments