Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Kutim Tak Miliki Kampung Nelayan  Dua Tahun Belum Disetujui, Terhambat Kawasan Konservasi 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Pemerintah akan memanfaatkan potensi wilayah pesisir yang ada di Kutim, layaknya Muara Bengalon, Kenyamukan, dan Teluk Lombok telah diwacanakan menjadi kampung nelayan, namun nampaknya hal itu sangat sulit.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kutim, Nur Ali berencana mewujudkan kampung nelayan, agar dapat mensejahterakan warga yang menetap di sekitar pesisir.

Menurutnya, pihaknya telah mengurus pengajuan untuk mendirikan kampung nelayan. Hanya saja belum ada tindak lanjut dari pusat.

“Sudah lama mengajukan, tapi harus diinventarisir dahulu, terlebih dengan masyarakat. Sehingga belum dikabulkan pusat sampai sekarang,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya belum lama ini.

Dia melihat potensi Pantai Kenyamukan sangat besar. Selain dekat dengan perkotaan, penghasilan hasil laut juga terpantau banyak. Namun ia mengatakan terdapat sejumlah kesulitan, berbatasan dengan kawasan konservasi salah satunya.

“Tidak bisa dengan daerah objek wisata, apalagi dibatasi daerah konservasi. Teluk Lombok saja susah karena ada perusahaan minyak di sana,” ungkapnya.

Ali memperkirakan, selama kurang lebih dua tahun lamanya telah mengurus dan mengajukan proposal. Tapi tidak ada pergerakan. Sehingga dari seluruh Indonesia, Kutim merupakan daerah yang memiliki wilayah laut luas tapi tidak ada pengelolaan yang tepat.

“Kalau program pusat ini sudah diajukan dan bisa berjalan, maka semua kegiatan penangkapan, pengelolaan, bahkan panen bisa terkelola dengan benar,” pungkasnya.

Dirinya juga berharap, pusat pelelangan ikan wilayah Kenyamukan dapat kembali berfungsi pada akhir-akhir tahun 2018. “Supaya bisa ramai, kami akan usahakan itu harus jalan,” tuturnya. (*/la)