Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Terkait Dugaan Pencemaran, Kadis DLH Janji Panggil Indexim Perusahaan Klaim Sudah Diatasi

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Menggapai masalah dugaan pencemaran lingkungan dan mengganggu warga Kaliorang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, berjanji akan memanggil PT Indexim. “Ya kami akan panggil. Karena kalau kami ke sana tak ada anggaran. Makanya kami akan panggil,” ujar Kadis DLH Aji Wijaya Effendie.

Terkait apa yang akan dilakukan kepada Indexim, Wijaya bungkam. Ia enggan berkomentar banyak. Pastinya, pihaknya akan memanggil Indexim. “Yang lain no comment. Pastinya akan kami panggil,” sambungnya.

Di satu sisi, Sekda Irawansyah langsung meminta kepada DLH untuk terjun langsung ke lapangan. Tujuannya membuktikan kebenaran kasus tersebut. Jangan sampai apa yang dialami masyarakat benar. Karena kepentingan masyarakat lebih utama ketimbang yang lain.

“Sudah perintah kepala  OPD turun ke lapangan,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) itu.

AKTIVITAS: Aktivitas Indexim yang diduga mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat Kaliorang.(Foto warga Kaliorang For Sangatta Post)

Mantan Sekwan ini juga meminta kepada instansi terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan jika benar melanggar aturan. “Kalau benar, kami akan berikan tindakan hukum. Hanya saja perlu ada pembuktian dan dicarikan solusi atas masalah ini,” sebut Irawansyah.

Sementara itu Assisten 1 Mugeni meminta kepada warga setempat agar melaporkan masalah ini kepada pemerintah. Dengan begitu, pemerintah dapat mempelajari dan mengambil tindakan. “Warga lapor dulu ke pemerintah.  Kalau benar ada debu, jangan ambil tindakan sendiri. Lapor ke DLH,” pinta Mugeni.

Menurut dia, semua masalah dapat diselesaikan. Apapun masalahnya, pemerintah wajib berada di tengah-tengah. Tak memihak sebelum ada fakta siapa yang benar dan salah. “Kalau memang debu, Indexim harus siapkan perlengkapan air untuk siram jalan. Harus ada solusi terhadap keluhan masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments