Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Perlawanan Andi Harun Berakhir  Dewan Resmi Gelar PAW, Jabatan Diisi Abdurrahman

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pimpinan DPRD Kaltim Muhammad Syahrun secara resmi melantik Abdurrahman Alhasni, Selasa (4/9) kemarin menggantikan Andi Harun (AH). Pelantikan itu berlangsung di gedung B DPRD Kaltim, disaksikan puluhan wakil rakyat dan beragam pejabat di Benua Etam.

Abdurrahman menyebut, hampir satu tahun lamanya proses PAW dapat dikabulkan. Namun demikian, dia tidak ingin mengulas tahapan penggantian yang berliku tersebut. Pun demikian, dirinya tidak memiliki ambisi untuk menduduki jabatan wakil rakyat di gedung Karang Paci.

“Karena itu saya ikuti saja aturan. Ngapain kita berdendang dan bersenang-senang kalau masih ada teman yang sakit hati. Saya sama Pak Andi Harun kan kawan baik. Kawan lama. Saya juga tidak bisa memberangus kepentingan yang lain dalam kondisi yang sulit ini,” ujar Abdurrahman.

Atas dasar itu, Abdurrahman mengaku hanya hanya sekilas mengikuti proses hukum yang berjalan di pengadilan dan sengketa di Mahkamah Partai yang diajukan Andi Harun. “Saya biarin saja. Sampai ke manapun, sampai kapanpun, apakah ini akan berakhir atau tidak, saya ikuti saja. Sampai Andi Harun keberatan dengan pemecatannya di partai, saya tidak ikuti itu secara langsung,” sebutnya.

Dari beragam informasi yang dihimpun Metro Samarinda, PAW terhadap Andi Harun tergolong berliku. Pasalnya, tahapan tersebut berlangsung selama tiga tahun. Tercatat sejak munculnya perseteruan antara Andi Harun dan segelintir elite partai berlambang beringin itu pada 2015 lalu.

Pada pertengahan 2016, elite Partai Golkar Kaltim mengajukan PAW terhadap Andi Harun di DPRD Kaltim. Alasannya, Andi Harun telah diberhentikan dari partai yang kini dipimpin Airlangga Hartarto itu. Usulan tersebut tidak berjalan mulus. Andi Harun melawan dengan beragam cara. Salah satunya, mengajukan sengketa di Mahkamah Partai Golkar.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments