oleh

Minim Pengawas TPS, Panwas Akan Bersaing  Sulit Cari Warga yang Netral Terhadap Politik 

SANGATTA – Komisioner Bawaslu Kutim, Muhammad Idris mengatakan, sulitnya mencari masyarakat yang bersikap netral. Pasalnya, sebagian besar dari warga Kutim telah terlibat partai politik. Hingga pihaknya harus bekerja ekstra dalam mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang pantas menjadi pengawas TPS.

“Disamping berebut dengan parpol yang notabenenya mereka butuh untuk saksi. Sepertinya KPU juga akan butuh banyak orang, bisa diperhitungkan, jika setiap TPS butuh tujuh pengawas, bagaimana dengan ratusan TPS lainnya,” ungkapnya.

Terlebih untuk pemilu 2019 mendatang, jumlah TPS bertambah sekira 98 TPS. Jika pada pemilu sebelumnya terdapat 865 TPS, saat ini data yang diterima mencapai 963 TPS.

“Pengawas TPS akan dibentuk 23 hari sebelum dan tujuh hari setelah Pemilu. Tapi ya itu, butuh sangat banyak,” paparnya.

Sulitnya mencari warga yang netral, sehingga membuat pihaknya harus melibatkan mahasiswa. Pasalnya, banyak dari mereka masih belum berpihak ke parpol.

Adapun alasan bertambahnya jumlah TPS dikarenakan jumlah pemilih pemula di Kutim sangat meningkat. Dari usia saat pemilu lalu belum mencukupi, saat ini sudah bisa memilih, sehingga Daftar Pemilih Tetap melonjak. (*/la)

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share