Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Banjir Terjang Perum Bukit Pinang Batara  Satu Rumah Jebol, Buruknya Sistem Irigasi Diduga Jadi Penyebabnya

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur Kota Tepian selama dua jam hampir merobohkan salah satu rumah warga yang terletak di Perum Bukit Pinang Batara Blok B1 No 43, Rabu (5/9) kemarin. Hal ini banyak disesalkan warga, pasalnya kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir dikarenakan drainase yang tidak berfungsi secara maksimal.

Hal ini diungkapkan Muhammad Aziz, warga yang rumahnya hampir roboh karena terjangan banjir, kemarin. Ia menuturkan, bahwa hujan terjadi sekira pukul 03.00 Wita dan dalam waktu 20 menit kemudian tiba-tiba luapan air banjir menjebolkan dinding rumahnya.

Kawasan tersebut diakuinya memang kerap menjadi langganan banjir. Ia menyebut, salah satu penyebabnya karena dampak limpahan air dari atas gunung yang merupakan daerah pergudangan umum.

“Di sini memang suka banjir. Soalnya di atas ada pergudangan. Jadi kalau hujan drainase yang di bawah tidak dapat bekerja maksimal, soalnya salurannya diperkecil agar air tidak tumpah ke perumahan yang di bawah. Namun, dampaknya luapan air malah mengempas rumah yang di atas. Kena lah rumah saya,” tutur dia kepada Metro Samarinda.

Ia mengaku, merasa sangat terkejut dan langsung menyelamatkan seluruh anggota keluarga. Tidak hanya jebol, bahkan dinding di sekitar jebolan di samping rumahnya itu tampak retak dan miring. Dikhawatirkan, bangunan tersebut tidak dapat menahan beban dan rubuh.

“Keluarga saya ungsikan ke tetangga. Mereka shock dan trauma karena musibah ini. Saya bilang tidak usah dilihat,” ungkapnya.

Aziz membeberkan, sebenarnya sudah banyak warga mempermasalahkan pembangunan pergudangan umum di atas perumahan mereka itu. Saat pembangunannya sebenarnya pergudangan tersebut diminta untuk membangun tiga drainase. Namun, entah apa yang terjadi mereka hanya membangun satu drainase.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments