Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Raperda Kearsipan Tak Disertai Naskah Akademik?  Ketua Pansus Diminta Segera Lakukan Perbaikan 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Rapat Paripurna ke-21 DPRD Kaltim, Rabu (5/9) kemarin, dihujani interupsi. Pasalnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Kearsipan, Rita Artaty Barito sesumbar mengatakan raperda tersebut belum memiliki naskah akademik.

Anggota Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), Dahri Yasin ikut menyampaikan interupsi pada pimpinan sidang yang diketahui oleh Wakil DPRD Kaltim, Muhammad Samsun. Menurutnya, naskah akademik mestinya disusun lebih awal bersamaan dengan raperda. “Kalau raperda sudah ada, tetapi belum ada naskah akademik, itu tidak dibenarkan. Pimpinan harus koreksi ini,” imbuhnya, Rabu (5/9) kemarin.

Lalu Rita Artaty kembali memberikan pandangan, bahwa sejak awal pihaknya telah menyusun raperda beserta naskah akademik. Namun, terdapat ketidaksesuaian antara naskah akademik dan raperda. “Sehingga harus dirombak lagi. Kami butuh waktu untuk perombakan itu. Saya sudah berikan batas waktu pada penyusun naskah akademik, agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Munculnya perdebatan tersebut disebabkan, sejumlah ketua pansus meminta agar pembahasan raperda diperpanjang selama dua bulan ke depan. Sebab dibutuhkan waktu untuk pendalaman sebelum raperda disahkan menjadi peraturan daerah (perda).

Terdapat empat raperda yang dibahas. Antara lain raperda tentang penyelenggaraan kearsipan, pajak daerah, zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta raperda tentang bantuan hukum.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun menegaskan, kajian akademik terhadap seluruh raperda tersebut telah disusun bersamaan dengan raperda. Namun perlu diubah karena beragam alasan. Salah satunya belum adanya kesesuaian antara isi raperda dengan naskah akademik.

“Karena tidak mungkin diluncurkan dalam prolegda (program legislasi daerah, Red.), kalau tidak ada naskah akademiknya. Jadi naskah akademiknya sudah ada. Cuman harus disesuaikan dengan sesuatu yang hakiki dalam raperdanya,” jelas dia.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments