Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Atasi Masalah Sampah, Pupuk Kaltim Adakan Pelatihan Kompos Gandeng Kube Mekar Sari, Diikuti 180 Peserta dari 18 RT di Guntung

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Solusi mengatasi sampah terus menjadi perbincangan, khususnya di kota Bontang. Bahkan berbagai metode terus diupayakan. Hal ini mendasari PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar sosialisasi pembuatan kompos cair dan padat bagi masyarakat Guntung, Kamis (6/9).

Menggandeng Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mekar Sari, kegiatan yang terlaksana di Sekretariat Kube Mekar Sari, Jalan Tari Gantar, RT 07 Kelurahan Guntung berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (8/9) besok.

Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Departemen CSR Pupuk Kaltim, Udiyanto mengatakan, pelatihan ini diikuti sebanyak 180 peserta dari 18 RT di Kelurahan Guntung. Adapun tujuan pelatihan untuk mensosialisasikan perilaku ramah lingkungan dan sadar akan bahaya lingkungan kotor. Sekaligus mengedukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan, pengelolaan, dan pemanfaatan sampah menjadi kompos padat dan cair.

“Diharapkan, nantinya limbah di wilayah Guntung dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Serta masyarakat dapat berperilaku hidup bersih dan sehat, karena dapat mengolah sambah dengan baik,” ucapnya.

Di tempat sama, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Raden Irawan mewakili Lurah Guntung Ida Idris mengapresiasi usaha Pupuk Kaltim dalam upaya pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan limbah sampah rumah tangga menjadi kompos.

Warga utamanya ibu rumah tangga dapat memanfaatkan limbah yang ada di sekitarnya, untuk memperoleh tambahan penghasilan. Sehingga tidak hanya berpangku tangan mengharapkan gaji suami.

“Diharapkan olahan sampah kompos yang ibu-ibu hasilkan dapat menambah pendapatan rumah tangga, sehingga tidak bergantung lagi pada suami,” harap Raden.

Pada kesempatan itu pula, Hamzah selaku Pendamping Kube Mekar Sari bersama anggota Kube Mekar Sari mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik dengan menggunakan beberapa bahan. Di antaranya, air, gula merah, air kelapa, air cucian beras (leri), limbah sayuran atau nasi sisa, ragi, dan terasi.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments