Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Opini

Medali Emas untuk Indonesia, Tambang Emas untuk Asing

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Oleh:

Dian Eliasari, S.KM

Usai sudah perhelatan akbar Asian Games 2018, meskipun ada duka dibalik perhelatan 4 tahunan tersebut, karena bersamaan dengan tragedi gempa Lombok yang sampai saat ini masih terus terjadi. Toh perhelatan yang menguras banyak biaya itu tetap dilaksanakan dan kini semakin bangga dengan perolehan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu hingga Indonesia dipastikan tidak akan beranjak dari peringkat empat besar pada klasemen akhir Asian Games 2018. (CNNIndonesia.com)

Kebanggaan karena telah memperoleh 31 medali emas dengan penuh perjuangan tentunya merupakan keberhasilan yang luar biasa. Tapi hal itu tidak boleh menjadikan kita terlena dan menutup mata terhadap fakta, tanpa memperoleh 31 medali emaspun, Indonesia sudah memiliki cadangan emas terbesar di dunia, yaitu mencapai 3,8 miliar ton. Meskipun tidak benar-benar kita miliki.

Sampai tahun 2017, tercatat sudah 1,7 miliar ton yang sudah dikeruk dari tambang papua, dan sudah berpindah menjadi milik negara lain. Dan sampai tahun 2041, sisa cadangan emas Papua diperkirakan masih 2,1 miliar ton, selain itu diperkirakan cadangan emas Papua masih ada hingga tahun 2060-an. Meskipun kontrak kerjasama antara PT Freeport dengan Pemerintah Indonesia akan berakhir tahun 2021, namun PT Freeport sudah berencana memperpanjang kontrak hingga 2041 mendatang dengan berbagai alasan. Sehingga bisa dipastikan Indonesia masih harus kerja keras di setiap ajang olahraga jika ingin mendapatkan emas, sementara hasil pengerukan tambang emas terbesar di dunia masih menjadi milik asing. (detik.com)

Sangat disayangkan, Papua yang memiliki tambang emas terbesar di dunia, penduduknya justru tercatat sebagai daerah termiskin di Indonesia menurut data BPS pada bulan Maret 2018, sedangkan daerah termiskin kedua di Indonesia di tempati provinsi Papua Barat. Miris. (salampapua.com)

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments