Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Tak Mau Kaltim Bernasib seperti Aceh Proyek Pipa Gas PT Bakri Dianggap Ancam Pasokan Migas 

Published

on

Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Rencana pemasangan pipa gas sepanjang 340 kilometer (km) yang akan dilakukan PT Bakrie and Brothers mendapat penolakan dari Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Terdapat beberapa alasan dari Awang menolak rencana tersebut. Salah satunya pipanisasi gas disebut akan merugikan masyarakat Kaltim.

Menurut dia, pemasangan pipa gas yang akan memakan investasi USD 500 juta itu akan membawa banyak dapat negatif bagi daerah. Antara lain gas akan diangkut ke Pulau Jawa, sehingga akan menciptakan kelangkaan gas di Kaltim.

“Gas kita akan keluar lebih cepat. Cepat habisnya, cepat deadline-nya, dan cepat pemiskinan kepada daerah,” tegas Awang Faroek, Kamis (6/9) kemarin.

Kata dia, pengangkutan gas menggunakan pipa justru akan mempercepat eksploitasi gas di Benua Etam. Otomatis gas yang diangkut tidak digunakan masyarakat Kaltim. Melainkan akan diangkut dan digunakan di luar daerah.

“Saya ngeri dengan pembangunan pipa ini. Kita akan persis sama dengan Lhokseumawe Aceh yang akhirnya jadi kota mati. Dulu bisa dicontoh. Tetapi sekarang tidak ada lagi yang bisa dicontoh dari Lhokseumawe. Karena semuanya sudah tutup,” ungkapnya.

Cara demikian, lanjut Awang, hanya akan merugikan Kaltim. Padahal provinsi ini masih membutuhkan banyak pasokan gas. Baik untuk kepentingan rumah tangga maupun gas di sejumlah industri yang beroperasi di Kaltim.

Selain itu, mantan Bupati Kutai Timur itu berpendapat, beragam kawasan industri strategis yang telah dibangun di Kaltim masih membutuhkan dukungan pasokan gas dalam jumlah besar.

“Kecuali kalau mereka ingin menyukseskan KEK Maloy, Kawasan Industri Buluminung, kerja sama dengan Rusia, kemudian kawasan Kariangau. Boleh saja. Tapi kalau sampai dibawa ke Jawa, habis kita,” ucapnya.

Awang Faroek menegaskan, sejatinya Kaltim lewat beberapa blok minyak seperti Blok Mahakam dan Blok Sangasanga, menyimpan potensi gas yang sangat besar. Namun belum sepenuhnya dapat mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments