Bontang

Terjerat Narkoba, ASN Langsung Dipecat

BONTANG – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Bontang yang terjerat kasus narkoba akan langsung dipecat. Sehingga diharapkan bisa memberikan efek jera bagi pelaku narkotika lainnya, agar perang melawan narkoba bisa terlaksana.

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase yang merupakan mantan Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang mengatakan, semua pelaku narkoba di Bontang mendapat hukuman paling tinggi dibanding daerah lain. “Rata-rata vonisnya di atas enam tahun sampai lebih dari 10 tahun sebagai treatment atau efek jera untuk pelaku lainnya,” jelas Basri saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti sabu di Kejari Bontang belum lama ini.

Pelaku yang merupakan ASN Pemkot Bontang pun kata Basri ada beberapa orang yang terlibat kasus narkoba. Mereka yang mendapat hukuman di atas 5 tahun pun langsung keluar atau dipecat sebagai ASN. Untuk mencegah adanya ASN yang terlibat narkotika, Basri mengatakan dalam proses perpanjangan kontrak bagi para honorer harus melampirkan surat keterangan bebas narkoba. “Untuk rekruitmen lainnya pun kami minta melampirkan surat keterangan bebas narkoba,” ujarnya.

Memang, untuk peringkat jumlah kasus narkotika di Kaltim, Bontang masih di peringkat keempat. Tetapi, forkopimda dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang tak bisa bekerja baik tanpa dukungan masyarakat dan juga media massa. Mengingat melalui media, pemberitaan tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba akan mengedukasi masyarakat lainnya. “Makanya kami imbau masyarakat Bontang untuk bersama-sama perang melawan narkoba, agar peringkat Bontang tidak lagi berada pada 10 besar,” ungkapnya.

Basri juga meminta kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, agar mengingatkan bahaya narkoba setiap ada pertemuan. Baik itu saat pertemuan agama, sosial, serta kegiatan lainnya. “Jadi kalau ceramah, atau sambutan di setiap acara diselip-selipkan bahaya narkoba supaya tidak ada lagi pelaku narkoba dan agar anak-anak generasi penerus kita bebas dari narkoba,” tandasnya.(mga)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button