Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Kolom Redaksi

Definisi Makar “Zaman Now”

Published

on

Dibaca normal 6 menit

Catatan Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post

BEBERAPA waktu yang lalu jagad perpolitikan Indonesia diramaikan aksi pelarangan, penolakan, dan pembubaran terhadap sejumlah kegiatan deklarasi tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden di beberapa daerah. Berbagai alasan pun bermunculan untuk membenarkan pelarangan serta penolakan tersebut. Deklarasi #2019GantiPresiden dituding sebagai curi start kampanye, aksi provokasi, hingga yang sangat ekstrim, makar.

Tudingan yang terakhir merupakan yang menarik untuk dikritisi. Tudingan ini muncul dari beberapa tokoh. Salah satunya dari Staf Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin. Dalam salah satu argumennya, pria yang identik dengan serban itu mengatakan gerakan tersebut memiliki arti bahwa pada 1 Januari 2019, Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo alias Jokowi harus diganti.

Lebih lanjut Ngabalin secara frontal menyebut bahwa aktivitas dan deklarasi tentang pergantian presiden harus dihentikan karena merupakan gerakan gerombolan pengacau keamanan negara. Menurut Ngabalin, meski merupakan aktivitas menyampaikan pendapat, haruslah memenuhi syarat salah satunya menghargai pendapat orang lain dan tidak mengacau keamanan.

Argumen ini menurut saya sangat menarik untuk dikupas. Apalagi komentar ini sekilas terdengar seperti asal bunyi (asbun) tanpa pemikiran yang matang terlebih dahulu. Dimulai dari definisi #2019GantiPresiden versi Ngabalin. Dengan begitu mudah, Ngabalin menyebut gerakan kontroversial ini sebagai upaya mengganti presiden pada 1 Januari 2019. Padahal bila dilihat dari logika bahasa, pernyataan tersebut cacat.

Tagar #2019GantiPresiden secara sekilas bisa diartikan bahwa ada keinginan untuk mengganti presiden pada 2019. Namun momentum waktu 2019 ini, tidak berarti harus pada 1 Januari. Melainkan bisa di hari apa saja di 2019. Karena tagar tersebut tidak menyebutkan secara spesifik tanggal “ganti presiden” yang dimaksud.

Sebelumnya1 dari 5 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments