Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Samarinda

Maju Lagi, Tak Mau Pandang Remeh

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Politisi senior Partai Golongan Karya (Golkar) Muhammad Syahrun dipastikan akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (Dapil) 4 Kutai Kartanegara (Kukar). Meski tercatat sebagai pemilik suara terbanyak di pemilu 2014 lalu, Syahrun tak ingin meremehkan calon legislatif (Caleg) lainnya yang notabenenya pendatang baru.

Salah seorang caleg pendatang baru di dapil Kukar yang akan mengisi persaingan di internal partai yang berlambang beringin itu ialah Salehuddin. Politisi Golkar yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kukar. Sementara calon yang masih menjabat sebagai anggota DPRD Kaltim, Partai Golkar menempatkan Mursidi Muslim dan Sarkowy V Zahri. Dua tokoh yang telah dikenal baik di tengah publik Kukar.

“Baik yang lama maupun baru, semuanya sama saja memiliki peluang untuk lolos. Jadi tidak ada yang boleh meremehkan calon. Karena semuanya sudah bekerja untuk rakyat,” tutur Syahrun belum lama ini.

Sejatinya persaingan tidak hanya datang di internal partai. Namun juga berasal dari lintas partai. Sebut misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) yang kembali mencalonkan Baharuddin Demmu. Tokoh partai berlambang matahari itu kini menjabat sebagai anggota Komisi III DPRD Kaltim.

Kemudian di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, terdapat Muhammad Samsun. Wakil Ketua DPRD Kaltim itu memiliki kans yang setara dengan para calon anggota legislatif lainnya untuk merebut hati pemilih di Kukar.

Syahrun menuturkan, pada pemilu 2014 dirinya memperoleh 27 ribu suara. Perolehan suara tersebut telah mengantarkannya duduk sebagai pucuk pimpinan di Gedung Karang Paci. Di tengah persaingan ketat tersebut, Syahrun ingin meningkatkan perolehan suara. Sehingga tetap dapat mempertahankan jabatan sebagai Ketua DPRD Kaltim.

“Targetnya saya bisa mendapatkan suara yang lebih banyak lagi dibanding pemilu 2014. Karena semua orang tidak mungkin memiliki target yang sama dengan pemilu yang lalu. Apalagi petahana di sini, pasti ingin mendapat suara yang lebih banyak,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kukar memiliki Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 478.086 pemilih. Artinya, puluhan calon legislatif di beragam partai peserta pemilu akan berebut suara tersebut untuk mendapatkan tiket sebagai anggota DPRD Kaltim.

Sedangkan jumlah kursi yang akan diperebutkan yakni 11 kursi. Pada pemilu 2014 lalu, Partai Golkar Kaltim menempatkan empat kadernya di DPRD Kaltim dari dapil Kukar.

Di satu sisi, Partai Golkar di Kukar sedang dirundung beragam isu yang tidak sedap. Salah satunya kasus korupsi yang pernah menimpa mantan Bupati Kukar yang tidak lain pernah menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, Rita Widyasari. Namun demikian, Syahrun yakin perolehan kursi akan tetap dipertahankan.

“Bahkan kami menargetkan bisa ditingkatkan. Karena saya percaya, Golkar tidak hanya dipandang dari pimpinannya saja. Golkar memiliki kader-kader yang bisa diandalkan,” pungkas pria yang karib disapa Alung ini. (*/um)