Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Terkait Rencana City Walk, Banyak Pedagang di Citra Niaga Salah Paham DPUPR Diminta Lakukan Sosialisasi 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Pemerntah Kota (Pemkot) Samarinda tengah gencar menggarap proyek pembangunan untuk mempercantik kawasan Citra Niaga. Dalam proyek tahap satu ini, pembangunan akan difokuskan untuk perbaikan drainase di Letter S Citra Niaga.

Kendati demikian, tak banyak yang tahu bahwa pembangunan proyek senilai Rp 1,7 miliar tersebut banyak disoal pedagang sekitar. Mereka khawatir jika nantinya Citra Niaga diubah menjadi City Walk akan berdampak pada jumlah pengunjung yang datang. Sebab, kantong parkir yang terletak di kawasan Pelindo dinilai terlalu jauh dan akan membuat pengunjung semakin malas untuk datang karena harus berjalan.

Selain itu, proyek tersebut juga dinilai minim sosialisasi. Sehingga, rata-rata pedagang setempat kurang paham ketika ditanya mengenai pembangunan itu. Hal ini membuat para pedagang merasa kecewa karena tidak diberikan andil untuk memberi masukan dalam proyek yang terletak di kawasan pedagang mencari nafkah tersebut.

Hal ini juga dibenarkan Kepala UPTD Citra Niaga, Suwardi. Ia berkata, karena minimnya sosialisasi ini membuat masyarakat banyak yang salah paham mengenai proyek pemerintah itu. “Padahal proyek ini dibuat demi kebaikan bersama. Namun, karena minimnya sosialisasi jadi banyak pedagang yang salah paham,” tutur dia, Jumat (7/9) lalu.

Padahal, imbuh Suwardi, banyak sekali manfaat yang akan didapat kalau Citra Niaga dipercantik. Selain akan menarik lebih banyak pengunjung, pembangunan ini juga bertujuan mengembalikan kejayaan Citra Niaga. Hanya saja, masyarakat salah paham dan menganggap pembangunan yang disertai pemindahan kantong parkir ini malah berdampak pada berkurangnya pengunjung yang datang.

“Makanya saya minta kepada DPUPR (Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red.) untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat, ke pedagang setempat. Bahwa ketakutan mereka itu tidak beralasan. Semua ini hanya salah paham, karena kurangnya sosialisasi,” ujarnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments