Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Samarinda

Isran-Hadi Tak Bisa Langsung Bertugas Bakal Dilantik Bulan Ini, Masa Jabatan Gubernur Belum Habis

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih Isran Noor-Hadi Mulyadi dipastikan berlangsung September ini di Istana Negara. Rencana pelantikan tersebut mendapat tanggapan dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang mengaku sependapat dengan kebijakan tersebut.

Namun, mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu menyatakan, Isran-Hadi baru mulai bertugas di Lamin Etam pada Desember 2018 mendatang. Hal itu mengisyaratkan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo diminta untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kaltim.

“Waktu ditetapkan sebagai calon anggota DPR, saya akan berhenti sebagai gubernur. Tetapi kan masa jabatan saya belum habis. Makanya harus ditunjuk plt. Penunjukan plt itu bukan kewenangan saya. Itu kewenangan presiden,” sebutnya belum lama ini.

Pada 23 September mendatang, Awang Faroek akan ditetapkan sebagai calon DPR RI. Awang dipastikan telah terdaftar sebagai calon legislatif (caleg) yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) di daerah pemilihan (Dapil) Kaltim.

“Jadi Isran baru bisa masuk dalam ruangan ini (kantor gubernur, Red.) pada 18 Desember. Setelah serah terima dengan saya. Karena saya baru diberhentikan pada saat pelantikan Isran. Walaupun saya diberhentikan pada saat penetapan calon DPR, tetapi masa kerja saya belum selesai,” ucapnya.

Hal tersebut merujuk pada jabatan Gubernur Kaltim yang akan berakhir pada 17 Desember 2018. Dasarnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Selain itu Awang berpendapat, setiap jabatan gubernur, bupati, dan wali kota tidak dapat dikurangi. Artinya, antara masa pelantikan dan pemberhentian tidak dapat “disunat”.

“Memang setelah saya ditetapkan sebagai calon legislatif, saya sudah bebas keliling untuk kampanye,” kata Awang Faroek.

Sejauh ini, Awang Faroek telah menyiapkan laporan pertanggungjawaban. Laporan tersebut akan disampaikan di sidang paripurna DPRD Kaltim yang diadakan pada 18 Desember mendatang.

“Saya akan sampaikan laporan itu persis pada hari terakhir saya menjadi gubernur. Setelah itu, besok malamnya, ada acara pisah sambut antara saya dan masyarakat Kaltim. Kamudian saya memperkenalkan gubernur yang baru,” jelasnya.

Awang Faroek mengaku, setelah ditetapkan sebagai calon anggota DPR RI, akan fokus menyosialisasikan diri beserta calon presiden dan wakil presiden yang didukungnya. Sebagaimana diketahui, gubernur mendukung pasangan calon Jokowi-Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden.

“Saya sudah ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf untuk wilayah Kaltim. Silakan yang lain juga ikut membentuk relawan,” imbuhnya. (*/um)