Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Dijebak Polisi Menyamar, Pengedar Sabu Dibekuk

Published

on

Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Seorang lelaki pengangguran berusia 36 tahun asal Sangatta, terpaksa melanjutkan hidupnya di balik jeruji besi. Padahal sebentar lagi memasuki tahun baru Islam.  Dia mencoba berbisnis gelap, menjadi pengedar narkotika di kawasan Kecamatan Sangatta dan Bengalon, Kutim.

Arisman alias Aris, adalah pengangguran yang merupakan marketing bisnis narkotika dari bandar yang masih berkeliaran di Kutim dan sekitarnya.

Warga Jalan Dayung, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, itu tertangkap dengan cara dijebak.

Kapolsek Bengalon, AKP Ahmad menjelaskan, sebelumnya masyarakat telah melaporkan pada Jumat (7/9) pukul 18.00 Wita, sering terjadi transaksi narkoba di kawasan Dusun Batota, Jalan Poros Bengalon-Sangatta, RT 06, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutim.

Aris langsung diselidiki oleh tim reskrim yang dipimpin Aipda Andi Afrizal.

Aris dipancing dengan cara penyamaran. Pelan-pelan, melalui ponsel, petugas memesan barang haram pada hari itu, pukul 22.00 Wita.

“Kami pura-pura memesan sabu sebanyak 1 gram,” ujar Ahmad.

Aris yang sudah termakan lobi-lobi polisi yang menyamar, sepakat untuk melakukan pertemuan.

“Akhirnya pertemuan untuk transaksi dengan tersangka dilakukan di kawasan Dusun Batota,” terang Ahmad.

Transaksi pun sukses dilakukan. Namun, Aris tak bisa mengelak saat dipergoki dalam transaksi itu. Dia ditangkap pada pukul 23.30 Wita. Barang bukti yang ditemukan saat itu, yakni empat poket kecil dan dua poket besar berisi sabu. Tertimbang berat kotornya beserta plastik yaitu 3,7 gram.

“Atas kejadian tersebut, tersangka beserta barang bukti kami amankan ke Polres Kutim untuk pengembangan lebih lanjut,” papar Ahmad.

Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesa Nomonr 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. (dy)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments