oleh

Hendak Ditertibkan, Petugas Ditendang  Meski Langgar Aturan, Beberapa Pedagang Menolak Lapaknya Dibongkar

-Bontang-1.778 views

BONTANG – Penertiban lapak di pinggir Jalan KS Tubun diwarnai adu mulut, Senin (10/9) kemarin. Seorang pedagang buah tak terima lapaknya bakal dibongkar oleh petugas. Cekcok pun tak dapat dihindari. Penjual buah yang diketahui bernama Andi Lilis ini bahkan melempar barang dagangannya, membanting timbangan, dan menendang salah satu petugas Satpol PP.

Andi Lilis tidak berkenan jika barang dagangannya dimundurkan dan dibongkar karena berada di atas parit. Ia beranggapan jika atapnya dibongkar, maka akan berdampak terhadap mutu barang dagangannya. “Busuk nanti pisangku kalau terkena matahari langsung. Saya sudah mundur ini beberapa meter, sebelumnya saya jualan di depan, terus mau bagaimana lagi? Parit ini saya cor biar bersih dan rapi,” kata Andi Lilis.

Ia pun meminta kepada petugas untuk merobohkan bangunan permanen yang melanggar terlebih dahulu. Andi Lilis berjanji akan membongkar atapnya sendiri setelah petugas mengabulkan permintaannya. “Itu loh yang permanen tidak bisa kamu runtuhkan, karena miliknya orang kaya. Runtuhkan itu terlebih dahulu, nanti saya sendiri yang robohkan ini (lapaknya),” pintanya.

Salah Satu pedagang melakukan protes terkait penertiban lapak di pinggir Jalan KS Tubun, Senin (10/9) kemarin.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemkot Bontang untuk mengganti lahan miliknya yang masuk area bangunan pasar baru. Bahkan kepada petugas, permintaan ini agar diteruskan kepada pucuk pemerintah daerah. Meskipun saat itu petugas langsung menimpali upaya penertiban ini tidak ada sangkut-pautnya dengan persoalan lahan. “Kembalikan dulu lahanku, bilangin atasanmu. Pergi kamu,” kata dia sembari menendang salah satu petugas Satpol PP.

Tak mau ricuh berkepanjangan, petugas memilih bergeser ke lapak selanjutnya. Namun petugas tetap memegang komitmen dari Andi Lilis yang bakal menata sendiri kiosnya.

Bagikan berita ini!
  • 67
    Shares