oleh

Ciptakan Pemilu Damai, Kapolres: Jangan Terpenggaruh Isu Sara, TNI Jamin Netralitas, Parpol Janji Sanksi Kader Nakal

BONTANG – Pemilu yang aman, damai, sejuk serta kondusif dalam memilih pemimpin di dalam demokrasi Indonesia saat ini merupakan harapan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, dalam rangka mewujudkan pesta demokrasi berjalan seperti yang diinginkan, pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat di Kota Taman menggelar Deklarasi Pemilu Damai.

Kegiatan deklarasi yang juga bertujuan menyukseskan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 tersebut, dipusatkan di di halaman Auditorium Taman 3D, Rabu (12/9) kemarin.

Deklarasi Pemilu Damai ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, salah satunya Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono. Dirinya mengatakan, pada penyelenggaraan Pemilu baik di Pilpres maupun Pileg 2019 mendatang, seluruh personel maupun materil yang dimiliki Kodim 0908/BTG siap untuk diterjunkan guna membantu tugas keamanan. Sehingga harapannya, dapat tercipta Pemilu yang aman, damai, dan sejuk sesuai dengan harapan dari deklarasi pemilu tersebut.

“Kami siap mendukung penuh Pemilu yang aman, damai, dan sejuk. Personel maupun materil siap kami terjunkan guna membantu tugas keamanan. Kami tegaskan pula, TNI tetap memegang teguh untuk menjaga netralitas,” ucapnya.

Dandim Gunawan mengimbau, seluruh komponen masyarakat untuk bisa bersama-sama mewujudkan isi deklarasi yang telah disepakati bersama. Dan bagi tokoh masyarakat, unsur pimpinan daerah, maupun pimpinan partai politik, untuk mengajak anggotanya mewujudkan isi deklarasi tersebut.

“Harapan kami semua komponen dapat menciptakan suasana Bontang yang kondusif. Jika ada perkembangan atau permasalahan situasi dan dinamika politik di lapangan, bisa segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Senada dengan Dandim Gunawan, Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti juga menjanjikan Pemilu 2019 mendatang akan berjalan aman, damai, dan sejuk. Oleh sebab itu, dirinya mengimbau agar masyarakat Bontang bisa menghindari isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) serta berita hoaks yang mengandung ujaran kebencian.

Bagikan berita ini!
  • 11
    Shares