Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Penertiban Diwarnai Ricuh Sesama Pedagang

Published

on

Dibaca normal 1 menit

AKSI penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan kota terhadap sejumlah lapak yang berdiri di atas parit diwarnai ketegangan. Pedagang ayam dan ikan yang menepati area kompi B sebelah jembatan KS Tubun meminta proses eksekusi tak pandang bulu. Sam, penjual ikan di area tersebut meminta aparat juga merobohkan atap di samping kawasan lapaknya.

“Saya sudah kena eksekusi tetapi kenapa kamu yang menghalangi petugas,” kata Sam sambil menunjuk pedagang yang diketahui bernama Nawir tersebut, di sela-sela proses penertiban lapak Rabu (12/9) kemarin.

Bahkan, ia menyebut pedagang tersebut merupakan penjual dadakan. Mengingat baru dua bulan menggeluti usaha dagang. “Dia menyewa lapak itu. Padahal pemiliknya diam saja tetapi kenapa dia yang mau menghalangi,” ucapnya.

Dikatakannya, pada penertiban sebelumnya, meja lapak telah dimundurkan oleh petugas. Fakta sore harinya, pedagang tersebut membuka lapaknya di atas parit kembali. “Alasan saja itu pindah ke situ (depan lokasi awal, Red.) karena diketahui bakal ada pembongkaran lagi,” tuturnya.

Sementara, Rosmiati istri dari Nawir membantah terjadi aksi menghalangi proses eksekusi di lapaknya. Ia mengatakan hanya meminta ke petugas supaya penertiban dilakukan sendiri. Sehingga tidak merusak kondisi bangunan. Namun, ia mengakui suaminya terpancing emosi.

“Itu tadi salah paham, maksud kami ingin kami yang membongkar atapnya. Supaya tidak merusak bahan bangunan lainnya,” tutur Rosmiati.

Ia pun sengaja pindah lokasi berjualan karena ingin menaati regulasi yang telah dikeluarkan pemerintah. Di mana, di lokasi baru berada di belakang parit dengan kondisi lapak yang tidak permanen. “Ini kalau sudah selesai jualan meja juga kami angkat. Saya hanya memohon supaya diperbolehkan berjualan, kalau dilarang kami mau makan apa,” ucapnya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments